RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bojonegoro terkenal sebagai daerah kaya akan sumber daya alam (SDA), mulai dari hutan jati penghasil kayu berkualitas hingga sumber penghasilan utama daerah berjuluk Kota Ledre tersebut, yakni minyak dan gas bumi (migas). Meskipun demikian, tidak selamanya sumber daya alam dapat diandalkan menjadi penghasilan daerah utama dalam jangka panjang.
Calon Bupati Bojonegoro, Teguh Haryono berpemikiran serupa. “Bojonegoro sedang memasuki tahap transisi yang tidak mudah dalam lima tahun ke depan, migas kita makin lama makin turun,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (22/9).
Di hadapan publik usai mendapatkan nomer urut pertama untuk Pilkada Bojonegoro 2024 mendatang (23/9), Teguh kembali menyampaikan pemikirannya. “Kami ingin Bojonegoro jadi sentra industri dan engergi. Tapi, masyarakatnya tetap kreatif dan energik,” ungkapnya bersama Calon Wakil Bupati Bojonegoro, Farida Hidayati, menitikberatkan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan SDA dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
’’Jadi pembangunan manusia juga penting di sini. Pendidikan menjadi fokus saya bersama Bu Farida. Kami tidak ingin hanya sebatas pendidikan. Tapi, juga menanamkan akhlak,” lanjut pria asal Kecamatan Kedungadem tersebut.
Berdasarkan keadaan Bojonegoro saat ini, pasangan calon (paslon) Teguh-Farida mengusung visi “Mewujudkan Bojonegoro Sebagai Sentra Agroindustri dan Energi, Menuju Masyarakat Kreatif, Produktif dan Energik”.
Selain memanfaatkan sumber daya alam yang ada saat ini dan mengolah energi terbarukan, agroindustri diproyeksikan menjadi lokomotif tambahan untuk menjamin keberlangsungan ekonomi dan pendapatan daerah Bojonegoro yang lebih awet. Agroindustri meliputi pengembangan pertanian berbasis industri, mulai dari pengolahan hingga perdagangan hasil akhir dengan nilai tambah tinggi.
Pemanfaatan sumber daya alam melalui dua jalur tersebut diimbangi pula dengan pengembangan masyarakat Bojonegoro menjadi pribadi lebih baik. Selain menjadi masyarakat yang makmur, sejahtera dan berdaya saing, nantinya masyarakat Kota Ledre diharapkan dapat menjadi masyarakat kreatif, inovatif, dan bersemangat tinggi dalam kontribusi pembangunan daerah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Teguh-Farida mengusung tujuh misi utama yang disebut Sapta Cita. Tujuh misi tersebut yakni:
- Meningkatkan SDM yang unggul dan berakhlak.
- Memperkuat perekonomian yang berdaya saing, berbasis ekonomi hijau dan kerakyatan.
- Meningkatkan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkualitas
- Mewujudkan ketahanan pangan dengan memperkuat sektor pertanian, peternakan dan perikanan.
- Mempercepat literasi teknologi dan sains melalui riset dan inovasi.
- Mendorong partisipasi inklusif dengan pengarusutamaan perempuan, pemuda dan difabel melalui program pelatihan dan akses lapangan kerja.
- Penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan kolaboratif.
Untuk medukung misi-misi tersebut, Teguh-Farida telah merencanakan sebanyak 21 program prioritas yang akan dilaksanakan misal terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Hampir dua lusin program tersebut dibagi ke dalam sepuluh sektor.
Bojonegoro Pandai
- Dana Abadi Pendidikan serta Dana Abadi Pondok Pesantren
- Peningkatan pelayanan pendidikan, mulai PAUD hingga SLTA
- Pengadaan beasiswa pendidikan tinggi dan vokasi di segala bidang dan daerah, mulai D3 hingga S3
Bojonegoro Nglenyer
- Melanjutkan dan meningkatkan kualitas jalan, jembatan, infrastruktur dan penerangan jalan
- Perbaikan atap, lantai dan dinding (Aladin) rumah pra-sejahtera
- Realisasi exit tol Bojonegoro dan meningkatkan konektivitas segala arah
- Penyediaan ruang terbuka hijau di tiap kecamatan serta fasilitas transportasi ramah lingkungan, perempuan, anak dan difabel
Bojonegoro Mengabdi
- Melanjutkan Bosda Madin dan insentif takmir masjid, marbot, jamaah tahlil, modin wanita dan guru TPQ
Bojonegoro Sehat
- Meningkatkan mutu layanan dan akses kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat
Bojonegoro Produktif
- Melanjutkan program KPM Plus dan KPP Plus
- Percepatan jaringan irigasi pertanian dan jalan usaha tani, serta penguatan sektor pertanian hortikultura wilayah kehutanan
Bojonegoro Desa Bisa
- Kenaikan tunjangan kepala desa, perangkat desa, dan kenaikan honor ketua RT/RW
- Bantuan permodalan UMKM dan BKK sebesar Rp 150 juta per BUMDes
Bojonegoro Inovatif
- Inkubasi ekonomi kreatif berbasis e-commerce dan penguatan infrastruktur digital
- Peningkatan anggaran riset dan inovasi untuk perguruan tinggi dan mitra strategis
Bojonegoro Juara
- Melanjutkan KPOB dan penyediaan fasilitas lapangan desa, GOR di setiap kecamatan dan stadion bertaraf internasional
Bojonegoro Peduli
- Bantuan sosial meliputi BPNTD, santunan duka, santunan yatim piatu dan alat bantu difabel
Bojonegoro Tahan Bencana
- Pembangunan Sistem Penanganan Bencana secara Cepat, Efektif dan Efisien dengan Melibatkan Pentahelix Kolaborasi Akademisi, Dunia Usaha, Komunitas, Pemerintah, dan Media
- Penanganan bencana dengan sistem berkelanjutan
- Perhatian khusus bagi kelompok rentan (ibu hamil, lansia, balita, difabel) dalam penanganan bencana
- Pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah terdampak bencana
Teguh sendiri mengaku siap beradu gagasan dan ide demi kemajuan Bojonegoro, melalui debat resmi yang bakal diadakan KPU Bojonegoro.
“Ini adalah kontestasi, dan dalam kontestasi ini kita bisa beradu ide dan gagasan untuk Bojonegoro yang lebih baik ke depannya," ujarnya.
"Kami siap menerima estafet kepemimpinan Bojonegoro ke depan. Dengan dukungan kita semua, Insya Allah Bojonegoro akan Jinawi," pungkas Teguh. (*/edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana