Jalan Diperkuat, Akses Pendidikan Jadi Perhatian

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:00 WIB
JEMPUT BOLA: Bupati Setyo Wahono dengarkan keluh kesah masyarakat Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo secara langsung, dalam medhayoh yang berlangsung kemarin (1/10). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
JEMPUT BOLA: Bupati Setyo Wahono dengarkan keluh kesah masyarakat Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo secara langsung, dalam medhayoh yang berlangsung kemarin (1/10). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembangunan infrastruktur jalan terus menjadi perhatian Pemkab Bojonegoro untuk membuka akses masyarakat, terutama di wilayah dengan bentang geografis luas. Hal tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat Medhayoh di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kamis (1/10).

Medhayoh kali ini mengangkat tema peningkatan infrastruktur jalan, penguatan akses, serta kualitas pendidikan untuk mendukung pembangunan daerah. Pembangunan tidak hanya dimaknai melalui pembangunan fisik, namun juga memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan yang semakin terbuka dan berkualitas.

Baca Juga: Bupati Setyo Wahono Raih Penghargaan The Inspiring Food Security Pioneers

Kepala Desa Napis Mulyono mengatakan, wilayah desanya memiliki cakupan yang sangat luas. Desa Napis terdiri atas 11 dusun, 60 RT, dan 11 RW. Sebagian besar wilayah permukiman berada di kawasan hutan.

"Kami ucapkan terima kasih untuk pembangunan infrastruktur jalan Watujago-Napis. Dari Dusun Kalidandang-Napis juga," ucapnya.

Menurut Mulyono, pembangunan jalan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah titik infrastruktur yang membutuhkan perhatian. Apalagi, memasuki musim penghujan, kondisi jalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi aktivitas warga.

"Wilayah Napis sangat luas. Masih ada titik-titik yang butuh perhatian. Terlebih akan masuk musim penghujan. Kebutuhan akses jalan yang bagus sangat diperlukan masyarakat," ujarnya.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, kondisi akses menuju Napis saat ini telah mengalami perubahan dibandingkan satu dekade lalu. Wahono mengaku pernah datang ke Napis sekitar 10–15 tahun lalu dan melihat kondisi akses jalan yang masih kurang baik.

"10–15 tahun lalu ketika saya ke Napis, akses jalan masih kurang baik. Tapi, kini sudah bagus. Berkat doa dan dukungan masyarakat," kata Wahono.

Baca Juga: Wahono Tegaskan Pemkab Hadir Cari Solusi dari Desa, Medhayoh ke-9 di Desa Cengkir

Selain infrastruktur, Wahono menegaskan, pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah. Luasnya wilayah Napis tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.

Bupati meminta pemerintah desa ikut memastikan seluruh anak di wilayahnya dapat bersekolah. Jika masih terdapat anak yang belum mengenyam pendidikan, masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada kepala desa agar dapat didata dan dicarikan solusi.

"Kita berharap semua anak dapat bersekolah. Kalau ada yang belum sekolah, mohon diinfokan ke kepala desanya. Agar nanti dapat didata, dan dicarikan solusinya," tuturnya.

Wahono juga menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro telah mendengar usulan masyarakat terkait kemungkinan pemekaran Desa Napis menjadi dua atau tiga desa. Usulan tersebut muncul karena cakupan wilayah Napis yang sangat luas.

"Kita sudah mengusulkan. Kalau nanti dipecah komunikasi dan silaturahmi dengan kepala desa jadi lebih mudah. Tetapi putusannya belum turun," ujar bupati.

Baca Juga: Beri Tambahan Gizi dan Pendapatan, Gayatri Kembali Disalurkan, Bupati Wahono Tekankan Keberlanjutan

Menurut Wahono, luasnya wilayah Napis juga berbanding lurus dengan kebutuhan infrastruktur. Tidak hanya jalan, sejumlah jembatan juga dibutuhkan untuk mendukung konektivitas antarwilayah dan aktivitas masyarakat.

Karena itu, penguatan infrastruktur dan akses pendidikan menjadi bagian penting dalam pembangunan Napis. Jalan yang semakin baik diharapkan memperlancar mobilitas warga, sedangkan pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa mendatang. (*/tih)

Editor : Hakam Alghivari
Desa Napis Medhayoh Setyo Wahono Infrastruktur