Semarak HUT ke-81 RI Mengisi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata Membangun Bojonegoro untuk Sejahtera

Dewi Safitri • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Semarak HUT Ke-81 RI  Mengisi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata Membangun Bojonegoro untuk Sejahtera (HAKAM/RADAR BOJONEGORO)
Semarak HUT Ke-81 RI Mengisi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata Membangun Bojonegoro untuk Sejahtera (HAKAM/RADAR BOJONEGORO)
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sukses menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) dengan semarak berbalut kekhidmatan. 

Merah putih, gagah berkibar di langit Bojonegoro menjadi penanda bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan. Rangkaian Malam Tasyakuran, Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS), Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Ziarah Nasional, Penyerahan Remisi Bagi Narapidana, hingga Detik-Detik Proklamasi dan Resepsi Kenegaraan menjadi ruang untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus meneguhkan kembali tugas mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Diwujudkan melalui capaian pembangunan Pemkab Bojonegoro yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pendidikan yang terus diperkuat melalui berbagai program beasiswa. Layanan kesehatan diperluas, salah satunya melalui peningkatan kualitas RSUD dengan fasilitas layanan unggulan yang menjadikan Bojonegoro sebagai rujukan. Serta, rencana menghadirkan rumah sakit jiwa di Kalitidu. Sektor pertanian yang kian melejit, dengan berhasilnya Bojonegoro menduduki peringkat kedua produksi padi terbesar di Jawa Timur. Dan, di sisi lain, lingkungan hidup, ekonomi, serta pemerataan pembangunan tetap menjadi prioritas Pemkab untuk mewujudkan Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan.

Kemerdekaan, bagi Bojonegoro merupakan amanah yang harus dijaga dari generasi ke generasi. Semangat para pahlawan diterjemahkan dalam pelayanan yang lebih baik, pembangunan yang merata, kepedulian terhadap lingkungan, serta gotong royong untuk memastikan tak ada warga yang tertinggal. Di sini, semangat Merah Putih tidak hanya berkibar di udara, tetapi juga hidup dalam kerja dan pengabdian.

Baca Juga: Merah Putih Berkibar di Alun-alun Bojonegoro, Upacara Peringatan HUT ke-81 RI

Malam Tasyakuran HUT KE-81 RI

KHUSUK: Tasyakuran di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Minggu (16/8) dihadiri Forkopimda dan tamu undangan lainnya. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
KHUSUK: Tasyakuran di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Minggu (16/8) dihadiri Forkopimda dan tamu undangan lainnya. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Suasana khidmat menyelingkupi kegiatan malam tasyakuran yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di Pendapa Malowopati, Minggu (16/8) malam. Kegiatan ini menjadi momentum wujud syukur sekaligus refleksi atas perjuangan yang telah dilakukan dan pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, tasyakuran kemerdekaan juga digelar di desa, tingkat RT, hingga berbagai wilayah Bojonegoro. Selain ungkapan syukur, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus refleksi pembangunan.

“Ini sekaligus menjadi refleksi tentang apa yang sudah kita lakukan dan apa yang harus kita perjuangkan ke depan,” ujarnya.

Menurut sosok nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut, kemerdekaan tidak lahir dengan mudah. Ada perjuangan, pengorbanan, air mata, serta jiwa dan raga para pendahulu yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa.

Karena itu, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk hidup, berkembang, dan menentukan masa depan. Pemerintah, lanjut dia, harus hadir untuk melindungi dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal.

"Tugas kita hari ini  dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan kerja nyata harus dimaknai sebagai perjuangan untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan, dan berbagai bentuk kesenjangan," tegasnya.

Disamping itu, lanjut Bupati Wahono, Pemkab memiliki kewajiban harus memastikan anak-anak Bojonegoro memperoleh kesempatan mendapat pendidikan yang baik. Setiap keluarga mendapat layanan kesehatan yang layak. Masyarakat juga memiliki kesempatan bekerja dan berusaha. Termasuk pelaku UMKM, petani, pedagang, dan seluruh sektor ekonomi mendapat peluang untuk berkembang.

Di sisi lain, perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Mulai perkembangan teknologi digital, persaingan ekonomi global, hingga tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang semakin terbuka dan berkualitas.

"Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan menjadi semangat untuk berinovasi, bekerja lebih baik, melayani lebih baik, dan membangun daerah secara berkelanjutan. Semoga Allah SWT senatiasa memberikan kekuatan dan keberkahan dalam membangun Bojonegoro dan Indonesia yang semakin maju, sejahtera, adil, dan mertabat," ujarnya.

 Baca Juga: Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS)

Inspektur upacara apel kehormatan, AKBP Yenni Diarty. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Inspektur upacara apel kehormatan, AKBP Yenni Diarty. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Penghormatan kepada jasa para pahlawan kembali digelorakan Pemkab Bojonegoro bersama Forkopimda melalui AKRS. Kegiatan berlangsung khidmat di TMP KH. Hasyim Asy’ari, Minggu (16/8) malam. Kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diikuti lebih dari 200 peserta dari unsur TNI, Polri, PNS, hingga pelajar.

Prosesi diawali laporan komandan upacara dan pemadaman lampu penerangan utama. Suasana semakin sakral setelah penyalaan obor, pembacaan naskah apel kehormatan, penyalaan lilin di pusara pahlawan, serta mengheningkan cipta.

Inspektur upacara Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty menyampaikan, rasa syukur atas kesempatan menjadi inspektur upacara AKRS.

‘’Saya mengajak generasi saat ini untuk terus memberikan kontribusi positif dalam meneruskan perjuangan para pahlawan kita. Tentunya dengan memberikan rasa nasionalisme,’’ ujarnya.

AKRS menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mengenang jasa para pahlawan serta mendoakan mereka agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kehadiran jajaran Pemkab Bojonegoro bersama Forkopimda menegaskan komitmen menjaga semangat perjuangan dan meneruskan nilai-nilai pengabdian para pahlawan.

Baca Juga: Simak Detik-Detik Proklamasi, Pemkab Bojonegoro Juga Beri Tali Asih kepada Veteran

 

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih

Detik-detik pengibaran sang merah putih di Alun-alun Bojonegoro, Senin (17/8) pagi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Detik-detik pengibaran sang merah putih di Alun-alun Bojonegoro, Senin (17/8) pagi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Merah Putih perlahan menjulang ke angkasa. Di bawahnya, ratusan pasang mata tertuju pada sang saka yang berkibar gagah. Alun-Alun Bojonegoro menjadi saksi khidmatnya upacara pengibaran bendera dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8).

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bertindak sebagai inspektur upacara. Didampingi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), prosesi berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh semangat kebangsaan.

Semarak kemerdekaan bahkan telah terasa sebelum upacara dimulai. Sebanyak 186 personel marching band Gemantara Dharma Praja SMA 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur mengawali rangkaian kegiatan dengan parade dari Pendopo Malowopati menuju Alun-Alun Bojonegoro.

Langkah kaki yang serempak, dentuman perkusi, dan tiupan alat musik mengiringi perjalanan mereka. Penampilan itu menyedot perhatian warga yang berjajar di sepanjang rute hingga peserta upacara di lapangan.

Nuansa istimewa juga hadir dari pasukan Paskibraka Kabupaten Bojonegoro. Barisan muda tersebut membentuk formasi angka 81, menjadi simbol usia kemerdekaan Indonesia yang diperingati tahun ini.

Semarak semakin terasa lewat penampilan Gemantara Dharma Praja. Marching band tersebut membawa sejumlah tema maskot yang merepresentasikan berbagai unsur. Mulai burung garuda sebagai lambang negara, harimau putih yang identik dengan matra sekolah pertama IPDN, harimau loreng yang menggambarkan matra sekolah TNI AD, hingga burung hantu sebagai ciri khas SMA 2 Taruna Pamong Praja.

Baca Juga: 301 Warga Binaan Lapas Bojonegoro Terima Remisi HUT ke-81 RI

Tabur Bunga/Ziarah Nasional

Tabur Bunga/Ziarah Nasional (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)
Tabur Bunga/Ziarah Nasional (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

Usai pengibaran Sang Saka Merah Putih di Alun-Alun Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, dan pejabat terkait melanjutkan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan ziarah nasional di TMP Jalan KH Hasyim Asy’ari, Senin (17/8).

Prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan peletakan karangan bunga dan tabur bunga di pusara. Semerbak bunga yang ditaburkan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini tumbuh dari pengorbanan dan perjuangan yang tak ternilai. Ziarah nasional menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan komitmen melanjutkan perjuangan melalui kerja dan pengabdian.

Baca Juga: Momentum Tingkatkan Sinergisitas untuk Membangun Kemakmuran

Penyerahan Remisi bagi Narapidana

Penyerahan remisi umum bagi narapidana dan pengurangan masa pidana umum bagi anak binaan, Senin (17/8). (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Penyerahan remisi umum bagi narapidana dan pengurangan masa pidana umum bagi anak binaan, Senin (17/8). (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Kemerdekaan menjadi momentum bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk membuka lembaran baru. Bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 301 WBP Lapas Kelas IIA Bojonegoro menerima Remisi Umum (RU) 2026, Senin (17/8).

Dari jumlah tersebut, 295 WBP menerima RU I. Sedangkan enam lainnya mendapat RU II sekaligus langsung bebas. Sebelumnya, terdapat delapan WBP yang memperoleh hak bebas. Namun, dua orang telah lebih dahulu bebas melalui program pembebasan bersyarat.

Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro Hari Winarca mengatakan, remisi diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri. Termasuk meningkatkan kedisiplinan dan mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh.

“Pemberian remisi ini tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan pemasyarakatan, tetapi merupakan apresiasi negara atas pencapaian yang dilakukan warga binaan selama menjalani pembinaan di Lapas Kelas IIA Bojonegoro,” terangnya.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, remisi merupakan bentuk perhatian dan penghargaan negara atas komitmen warga binaan dalam mengikuti program pembinaan. Sekaligus apresiasi terhadap perubahan perilaku positif, kepatuhan terhadap tata tertib, dan keaktifan dalam berbagai kegiatan pembinaan.

Menurut Bupati, pembinaan di lapas memiliki keterkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Bojonegoro. Setiap warga Bojonegoro merupakan aset daerah yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan. Karena itu, pembinaan kemandirian, pelatihan kerja, dan penguatan karakter menjadi bekal penting bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Harapannya dapat kembali secara mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Baca Juga: Malam Kemerdekaan, Pemkab Bojonegoro Gelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP

Detik-Detik Proklamasi dan Resepsi Kenegaraan

Khidmat menyaksikan detik-detik pembacaan proklamasi di Pendopo Malowopati, Pemkab Bojonegoro, Senin (17/8). (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Khidmat menyaksikan detik-detik pembacaan proklamasi di Pendopo Malowopati, Pemkab Bojonegoro, Senin (17/8). (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Bojonegoro tak sekadar menjadi seremoni. Di Pendapa Malowopati, Senin (17/8), momentum kemerdekaan menjadi ruang untuk menundukkan kepala, mengenang jasa para pejuang, sekaligus meneguhkan tekad melanjutkan cita-cita kemerdekaan. Dalam resepsi kenegaraan yang diikuti secara daring tersebut, Pemkab Bojonegoro juga memberikan tali asih kepada para veteran dan janda perintis sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan.

‘’Tugas kita saat ini adalah meneruskan cita-cita, perjuangan, melalui kerja nyata, dedikasi, dan pembangunan yang merata di segala bidang,’’ ujar Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

Sosok nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut juga menyampaikan, apresiasi kepada para veteran, purna bakti, Paskibraka, pelatih, dan panitia yang telah mendukung rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Bojonegoro berjalan lancar dan khidmat.

‘’Peringatan hari kemerdekaan ini harus menjadi momentum kita untuk refleksi, memperkuat persatuan dan kesatuan,’’ dorongnya.

Tantangan ke depan, lanjut Bupati, tidaklah semakin ringan. Namun, dengan semangat gotong royong dan sinergi kuat antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Rintangan tersebut bisa diatas, untuk mewujudkan Bojonegoro yang lebih membanggakan.

‘’Mari jadikan semangat proklamasi kemerdekaan sebagai bahan bakar moral untuk bekerja lebih keras, berinovasi lebih luas, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kami siap untuk terus menerima masukan, ide, saran dari semua pihak demi kemajuan Bojonegoro,’’ tegasnya.

Baca Juga: Simak Detik-Detik Proklamasi, Pemkab Bojonegoro Juga Beri Tali Asih kepada Veteran

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)
Upacara Penurunan Bendera Merah Putih (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

Menjelang senja, Merah Putih perlahan turun dari tiangnya. Alun-Alun Bojonegoro kembali hening dalam upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8) sore. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, dan peserta upacara mengikuti prosesi dengan penuh khidmat.

Dengan langkah tegap dan gerak yang terukur, Paskibraka Bojonegoro menunaikan tugas terakhirnya. Sang Saka diturunkan dengan penuh penghormatan, dilipat rapi, lalu disimpan kembali sebagai lambang kehormatan dan persatuan bangsa.

Penurunan bendera menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Bojonegoro. Meninggalkan semangat kemerdekaan yang terus membara untuk kemajuan Bangsa Indonesia dan Bojonegoro khususnya. (ewi)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
HUT KE-81 RI HUT ke-81 Republik Indonesia forkopminda pemkab bojonegoro Bupati Bojonegoro Setyo Wahono