RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kabupaten Blora berhasil melampaui target nasional dalam penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Capaian tersebut menjadi kabar baik bagi sejumlah proyek strategis yang selama ini menunggu kepastian regulasi, mulai dari pendirian Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hingga masuknya investasi baru.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan Blora termasuk salah satu dari 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang telah memenuhi target Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang ditetapkan pemerintah pusat.
Menurutnya, persentase LP2B di Kabupaten Blora telah mencapai sekitar 88 persen, melampaui batas minimal 87 persen yang menjadi target nasional.
“Blora masuk kategori aman karena LP2B sudah sekitar 88 persen. Dengan demikian, sejumlah program strategis dapat berjalan karena persyaratan terkait LSD telah terpenuhi,” ujarnya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Semarang, Kamis (4/6).
Baca Juga: UNY Proyeksikan 300 Mahasiswa Tiap Tahun Turut Porgram PSDKU Blora, Dibagi Lima Prodi
Arief menjelaskan, kepastian status lahan tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam proses perizinan berbagai proyek pembangunan. Salah satunya adalah pendirian PSDKU UNY di Blora yang selama ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
“Izin pendirian PSDKU UNY akhirnya tuntas. Ini menjadi syarat penting untuk perizinan kampus, Sekolah Rakyat, dan program strategis lainnya,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Blora juga telah menerima dua surat keputusan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait rekomendasi penggunaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan Kampus PSDKU UNY. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana