Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dana Desa Dipangkas KDKMP, BUMDes Blungun Kecamatan Jepon Blora Tetap Bergerak

Achmad Syaeroyzi • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:00 WIB
MENGGELIAT: Sebanyak seribu ayam petelur dibudidayakan BUMDes Blungun, Kecamatan Jepon. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
MENGGELIAT: Sebanyak seribu ayam petelur dibudidayakan BUMDes Blungun, Kecamatan Jepon. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

BLORA, Radar Bojonegoro - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Blora masih bergeliat di tengah pemangkasan dana desa (DD), yang diprioritaskan untuk kepentingan program koperasi desa/ kelurahan merah putih (KDKMP).

Seperti diketahui, DD di Kabupaten Blora tahun ini hanya Rp 87 miliar yang diperuntukkan bagi 271 desa. Jumlah tersebut terjun bebas dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 265 miliar.

Ditengah keterbatasan tersebut, BUMDes Berkah Lestari Desa Blungun, Kecamatan Jepon masih mampu melakukan aktivitas peternakan hingga seribu ekor ayam petelur.

Baca Juga: Respons Laporan Dugaan Pengrusakan Jalan di Jepon, Polres Blora Lakukan Olah TKP

Ketua BUMDes Berkah lestari Blungun Achmad mengatakan, seribu ayam petelur tersebut belum membuahkan hasil, pasalnya ayam itu baru berproses sekitar dua minggu.

Meski begitu, menurut dia, proses demi proses tetap harus berjalan, guna mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.

"Kita sudah targetkan akhir bulan ini bisa menuai hasil pertama dari peternakan," ujar Rozi.

Hasil pertama, sambung Achmad, pihaknya tidak menargetkan muluk-muluk terhadap produktivitas ayam petelur yang sedang digeluti. Menurutnya, berhasil 70 persen dari jumlah ayam saat ini sudah cukup baik.

Baca Juga: Tersandung Kredit Macet Rp 20 M, BPR Blora Artha Stop Sementara Penyaluran Pinjaman

"Kita targetnya 650 hingga 700 butir telur setiap hari, sukur-sukur bisa 800 butir setiap hari," harapnya.

Dikatakan, dari jumlah telur itu, diperkirakan mencapai 46 kilogram telur setiap hari yang dapat dihasilkan. Sehingga, pihaknya berharap pada bulan pertama hasil tersebut dapat memiliki pendapatan kotor mencapai Rp 30 juta.

"Harga telur saat ini sedikit anjlok diangka Rp 22 ribu per kilogram. Namun potensi omzet ayam petelur ini saya perkirakan bisa tembus Rp 1 juta per hari," ujarnya.

Lebih lanjut, Achmad mengaku masih berupaya melakukan pemasaran dengan harga maksimal. Baik kepada pengepul maupun satuan pelayan pemenuhan gizi (SPPG).

"Ini bersama Pemdes masih berupaya melakukan skema pemasaran. Namun tujuan utamanya menciptakan ekosistem ketahanan pangan di tingkat desa," katanya.

Baca Juga: Lirik PAD dari Sumur Minyak Rakyat, DPRD Blora Bakal Panggil Pemkab Bahas Regulasi

Dalam upaya ketahanan pangan tingkat desa, saat ini pihaknya tidak hanya melakukan peternakan dan penjualan. Namun, ia juga berusaha mengajak masyarakat sekitar untuk mengupayakan ketahanan pangan secara mandiri melalui peternakan ayam petelur.

"Seyogyanya ketahanan pangan dilakukan dari tingkat rumah, hasil ayam petelur bisa dibuat makanan harian, bila ada lebih bisa dijual," katanya. (ozi/ind)

Editor : Hakam Alghivari
#bumdes blungun #dana desa #KDKMP #jepon #blora