Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Dorong Penguatan Perlindungan Perangkat Desa se-Bojonegoro

Yana Dwi Kurniya Wati • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26 WIB
---
---

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro kian mendorong penguatan perlindungan ketenagakerjaan di berbagai sektor, tak terkecuali perangkat desa (perades) se-Bojonegoro. Pada acara Halalbihalal dan Musyawarah Kerja Daerah (muskerda) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Bojonegoro turut dilakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan. 

Kegiatan digelar di Kafe Baresta, Desa Bangilan, Kecamatan Kapas itu berlangsung antusias. Hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono; Ketua PPDI Bojonegoro Rahmad Basuki, Sekretaris PPDI Bojonegoro Ahmad Dafid Pranoto, hingga jajaran pengurus dan perwakilan ketua PPDI seluruh kecamatan di Bojonegoro. 

‎Ketua PPDI Bojonegoro Rahmad Basuki mengatakan, kegiatan tersebut menjadi forum sosialisasi penting terkait jaminan sosial ketenagakerjaan bagi perangkat desa. Menurut dia, perlindungan kerja merupakan kebutuhan mendasar agar perades dapat menjalankan tugas pelayanan dengan aman dan nyaman.

‎"Melalui forum ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada perangkat desa tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.

‎Pria menjabat Kepala Dusun Jawik, Desa Jawik, Kecamatan Tambakrejo ini menjelaskan, program BPJS Ketenagakerjaan mencakup berbagai perlindungan, seperti jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT), hingga jaminan pensiun (JP).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Perkuat Perlindungan Ekosistem Masjid Melalui Program JKK dan JKM

Dia melanjutkan, dengan adanya perlindungan tersebut perangkat desa diharapkan lebih tenang dalam menjalankan aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Basuki, sapaan akrabnya, juga berharap seluruh tenaga kerja dalam ekosistem desa dapat terjangkau program perlindungan tersebut.

‎"Harapannya, seluruh tenaga kerja di lingkungan desa bisa terkaver BPJS Ketenagakerjaan sehingga memberikan rasa aman dan meningkatkan kinerja pelayanan,” tambahnya.

‎Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum halalbihalal yang sempat tertunda pascalebaran. Meski telah melewati bulan Syawal, Basuki menilai, silaturahmi tetap penting untuk menjaga soliditas organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, PPDI menggelar Muskerda guna membahas dan menyelaraskan program kerja jangka pendek, menengah, hingga lima tahun ke depan.

‎"Kami manfaatkan momen ini untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi, agar seluruh program kerja PPDI dapat berjalan optimal,” jelas dia.

‎Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Denny Herliyantono menyampaikan, pihaknya tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga menawarkan skema kemitraan New Perisai.

Program ini diharapkan mampu memperluas perlindungan bagi pekerja rentan, khususnya di tengah keterbatasan anggaran pada tahun 2026.

‎BPJS Ketenagakerjaan juga mengenalkan program manfaat layanan tambahan (MLT), berupa fasilitas pembiayaan perumahan bagi peserta aktif.

‎"Layanan ini meliputi bantuan uang muka, renovasi rumah, hingga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga kompetitif,” tutur Denny. (*/yna)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#peraes #jaminan sosial #ppdi #bpjs ketenagakerjaan #Perangkat Desa