RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bojonegoro Pangan Mandiri (BPM) bersiap mulai beroperasi tahun ini. Skema bisnisnya difokuskan pada penyerapan hasil panen petani. Perumda baru ini diposisikan sebagai offtaker yang menghubungkan produksi petani dengan pasar.
Direktur Perumda BPM, Mochammad Choirul Huda, mengatakan pendekatan yang digunakan adalah berbasis kemitraan dengan instansi terkait. “BPM bermitra dengan instansi, komunitas, dan lembaga,” ujarnya.
Kemitraan itu diwujudkan melalui kerja sama dengan 28 gabungan kelompok tani (gapoktan) di seluruh Bojonegoro. Lewat pola contract farming. Yakni petani didorong menanam dalam skala tertentu dengan jaminan pembelian hasil panen oleh BPM.
Tak hanya padi, BPM juga menargetkan penyerapan jagung dan kedelai sebagai bagian dari diversifikasi komoditas. Skema ini membuka peluang pasar lebih luas bagi petani, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu komoditas.
Untuk mendukung hal itu, BPM menyiapkan penguatan di sisi pascapanen. Selain itu, sistem resi gudang dimanfaatkan untuk menjaga kualitas dan memberi fleksibilitas waktu jual bagi petani.
Hasil produksi kemudian disalurkan melalui jaringan distribusi yang melibatkan Perpadi, Bulog, koperasi transportasi, hingga pasar daerah dan luar daerah. BPM juga menyiapkan produk beras kemasan sebagai identitas dagang. “Nanti ada merek beras andalan Wong Bojonegoro,” katanya.
Choirul menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan panduan terbuka. “Akhir bulan ini kami rilis buku panduan BUMD pangan yang bisa dikonsumsi publik, khususnya stakeholder,” pungkasnya.
Ketua Gapoktan Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Purwaji, berharap skema ini benar-benar berjalan konsisten. “Mudah-mudahan ke depan tetap terjaga, harga panen stabil,” ujarnya.
Ia menekankan, stabilitas tidak hanya dibutuhkan pada komoditas padi. Jagung sebagai salah satu komoditas utama juga diharapkan mendapat perhatian yang sama. “Bukan hanya gabah. Harapan kita, jagung sebagai komoditas utama juga harus stabil,” tambahnya. (kam/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana