RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah menemukan drainase di dalam kota buntu. Aliran air di salah satu saluran bahkan terdeteksi mengalir berlawanan arah dari seharusnya.
Temuan tersebut saat inspeksi mendadak (sidak) bersama tim gabungan dari Dinas PU Sumber Daya Air (SDA), BPBD, Dinas PKP Cipta Karya, hingga Bappeda, Selasa (5/5).
Salah satu titik yang disorot berada di saluran drainase Jalan Hasanuddin. Di lokasi tersebut, aliran air yang seharusnya mengarah ke utara menuju Bengawan Solo justru berbalik ke selatan menuju kawasan Jalan Panglima Sudirman.
Kondisi ini dinilai menjadi pemicu genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Kami melihat langsung bahwa aliran air tidak lancar,” ujarnya.
Selain anomali aliran, rombongan juga menemukan persoalan pada sejumlah pompa air di titik lain, seperti di Jalan Hartono, Ledok Wetan dan Gang Irigasi. Mesin pompa disebut tetap menyala, namun daya sedotnya lemah sehingga tidak mampu membuang air secara optimal
"Ada mesin yang menyala tapi tenaganya tidak ada," ungkapnya.
Dari hasil sidak tersebut, terdapat dua persoalan utama dalam sistem drainase kota, yakni pendangkalan saluran serta kapasitas yang tidak memadai saat debit air meningkat. Terlebih ketika curah hujan tinggi.
Selain itu, pemerintah Kabupaten berencana menggelar koordinasi teknis dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pembenahan akan difokuskan pada perbaikan aliran drainase serta optimalisasi infrastruktur pendukung seperti pompa air. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana