RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, direncanakan diluncurkan pada 18 Mei mendatang. Meski jadwal mulai mengerucut, pemerintah desa (pemdes) masih menunggu kejelasan teknis pelaksanaan, terutama terkait operasional dan pembiayaan.
Kepala Desa (Kades) Ngraseh M. Maftukhin mengatakan, hingga Jumat (24/4) belum ada kepastian mengenai skema di lapangan, termasuk pembiayaan tenaga atau petugas KDKMP. “Belum ada kejelasan informasi siapa yang membayar karyawannya,” ujarnya.
Maftukhin juga menyebut, belum ada informasi rinci terkait kebutuhan posisi maupun struktur petugas. “Posisi apa saja yang dibutuhkan belum ada informasi. Gaji dari mana juga belum ada kejelasan,” imbuhnya.
Meski demikian, program tersebut tetap harus dijalankan. “Tapi program wajib jalan tidak boleh berhenti,” tegasnya. Selain itu, Pemdes telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Dari hasil pembahasan, diperoleh informasi tambahan mengenai rencana pelaksanaan program tersebut.
Baca Juga: Desa Akui Kelabakan Ikuti Program KDMP: Keluh Membingungkan, Anggaran Tak Transparan
Di Kabupaten Bojonegoro, KDKMP disebut akan tersebar di 22 titik yang akan diresmikan secara serentak. Khusus Kecamatan Dander terdapat dua titik, yakni di Desa Ngraseh dan Ngunut.
Sementara itu, kebijakan pengalokasian dana desa untuk menghidupi program koperasi merah putih juga turut menjadi catatan. Terlebih, Pemdes harus menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan prioritas yang telah berjalan.
“Mulai tahun ini desa tidak ada yang bangun satu titik pun,” terangnya. Pemdes berharap ada kejelasan lebih lanjut agar pelaksanaan program tidak berbenturan dengan pembangunan desa serta kebutuhan prioritas lainnya. (kam/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana