Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

PDAM Blora Klaim Belum Terpengaruh Kebijakan WFH, Layanan dan Distribusi Air Tetap Terjaga

Rahul Oscarra Duta • Jumat, 17 April 2026 | 09:15 WIB
PASTIKAN TETAP LANCAR: PDAM Blora pastikan ketersediaan layanan dan air bersih di Blora masih mengalir di era efisiensi. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)
PASTIKAN TETAP LANCAR: PDAM Blora pastikan ketersediaan layanan dan air bersih di Blora masih mengalir di era efisiensi. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Kebijakan work from home (WFH) yang mulai digulirkan pemerintah diprediksi menggerus sejumlah sektor. Namun, potensi itu tak terlalu terasa di layanan air bersih. PDAM Blora memastikan pendapatan tetap stabil.

Dominasi pelanggan rumah tangga menjadi tameng utama. Porsi konsumsi air dari sektor domestik sejak awal, memang jauh lebih besar dibanding niaga maupun perkantoran. Alhasil, pergeseran pola kerja hanya memindahkan titik konsumsi, bukan menggerus total penggunaan secara signifikan.

Humas PDAM Blora Nanang menjelaskan, penerapan WFH satu hari dalam sepekan hanya berdampak moderat. ‘’Konsumsi dari kantor memang bisa turun, tapi akan bergeser ke rumah. Di Blora, basis pelanggan rumah tangga sudah dominan, jadi dampaknya kecil,” ujarnya.

Ia mengatakan, distribusi air tetap dijaga agar tidak terganggu saat jam kerja WFH. Tekanan air di wilayah permukiman menjadi perhatian, mengingat aktivitas domestik meningkat ketika masyarakat bekerja dari rumah.

‘’Jangan sampai saat WFH justru air mampet. Itu yang kami antisipasi dengan menjaga stabilitas suplai,” tambahnya.

Baca Juga: Pekerja Bidang Apa Saja yang Dikecualikan dari Kebijakan WFH BUMN dan Swasta? Begini kata Menaker

Secara pola, konsumsi air disebut masih normal mengalir dari pagi hingga malam tanpa lonjakan berarti. Produksi air di sejumlah unit cabang pun belum menunjukkan perubahan signifikan.

Meski secara teori penurunan konsumsi di sektor niaga bisa mengurangi pendapatan karena tarifnya lebih tinggi, Nanang menilai dampaknya sangat terbatas.

‘’WFH hanya satu hari, jadi efek ke PAD nyaris tidak terasa,” jelasnya.

Di sisi lain, peluang efisiensi energi tetap ada, meski tipis. Optimalisasi operasional pompa dan instalasi pengolahan air (IPA) menjadi kunci. Sebab, penurunan konsumsi tidak otomatis menurunkan produksi air secara drastis.

‘’Penghematan bukan dari turunnya pemakaian, tapi bagaimana kami mengatur operasi pompa agar lebih efisien,” tegasnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#konsumsi air #pdam blora #wfh #Air #blora