RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Seruan efisiensi anggaran tengah digencarkan. Namun, di saat yang sama, belanja internet di lingkungan Pemkab Blora justru terbilang gemuk. Dalam dua tahun terakhir, nilainya disebut menembus sekitar Rp 5 miliar.
Angka itu kini jadi bahan evaluasi. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memastikan akan menguliti ulang kebutuhan langganan internet di seluruh OPD sebelum APBD Perubahan 2026 disahkan.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Blora Komang Gede Irawadi mengakui perlunya pengecekan ulang. Ia menegaskan, anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan ril, bukan sekadar mengejar kenyamanan akses.
‘’Sudah diminta Pak Bupati untuk dicek kembali. Kita evaluasi lewat Kominfo, apakah kebutuhan internet itu memang segitu atau tidak,” ujarnya.
Ia menyinggung adanya kecenderungan langganan besar demi kecepatan, bahkan hingga memasang lebih dari satu provider di satu kantor. Padahal, menurutnya, hal itu belum tentu mendesak.
Baca Juga: Anggaran Internet Pemkab Blora Capai Rp 2,56 Miliar, Termasuk Biaya Aplikasi Kreasi Konten
‘’Jangan sampai kebutuhannya tidak sebesar itu, tapi langganannya besar. Cukup satu provider, diperkuat access point,” tegasnya.
Evaluasi bakal menyasar pemasangan wifi dan hotspot di kantor-kantor OPD, kecamatan hingga UPTD. Sementara kebutuhan vital seperti server dipastikan tetap aman.
‘’Perangkat jaringan seperti router juga akan dicek, mengingat tak jarang keluhan lambat muncul meski anggaran terbilang besar,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho menyebut, anggaran internet di instansinya sebesar Rp 426 juta. Anggaran itu digunakan untuk internet sharing dan main gateway dengan satu penyedia layanan.
‘’Kami menggunakan Telkom untuk bandwidth,” ujarnya.
Namun, untuk penggunaan di OPD lain, pihaknya masih melakukan penelusuran. Artinya, peta kebutuhan internet secara menyeluruh belum sepenuhnya terang.
Seperti diketahui, data SiRUP mencatat dalam lima tahun terakhir anggaran internet Dinkominfo mencapai sekitar Rp 2,7 miliar. Angkanya sempat turun, lalu kembali naik di 2026. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana