RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Meski terkesan lambat, namun Proyek Strategis Naional (PSN) pembangunan Bendungan Karangnongko tetap ditarget sesuai rencana awal.
Tim Konsultan Bendungan Karangnongko, Saher Alfis mengatakan, terkait PSN tersebut masih proses melanjutkan pekerjaan pelimpah berpintu dan intake kanan. Target selesai pengerjaan tahun ini. "Sementara masih sesuai target selesai tahun ini," kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Bojonegoro Amin Thohari menilai, PSN itu kewenangan pemerintah pusat. DPRD berkilah pemerintah kabupaten (pemkab) sudah memberi dukungan sesuai regulasi.
"PR ini kan sebenarnya sudah hampir tuntas. Seperti dana kerohanian dan kawasan hutan juga sudah disalurkan. Yang jadi masalah itu pemerintah pusat," katanya kemarin (8/4).
Amin mengatakan, permasalahan muncul karena efisiensi anggaran dengan potongan cukup fantastis. Menurutnya, ibarat anggaran program yang harusnya Rp 100 miliar sisa Rp 30 miliar. Di sisi lain, kata dia, mendorong pemkab sejak 2025 untuk menyelesaikan tugas yang menjadi wewenang daerah.
Baca Juga: Proyek Bendungan Karangnongko Molor: Terdampak Efisiensi Anggaran, Pembebasan Lahan Belum Tuntas
"Menunggu keseriusan pemerintah pusat menyelesaikan Bendungan Karangnongko supaya bisa dimanfaatkan masyarakat. Misal perihal pertanian. Seinget kami target selesai ya di 2028," tambah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Imam Sholikin menambahkan, Bendungan Karangnongko merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang domain berada di pemerintah pusat.
"Kami yang di daerah sudah memberikan dukungan sesuai regulasi yang ada. Sharing pengadaan infrastruktur jalan, pembebasan lahan, dan sebagainya," katanya terpisah.
Menurut dia, jika sekarang terkesan lamat mutlak kebijakan pemerintah pusat. "Adapun sekarang terkesan pembangunan lambat itu mutlak kebijakan pemerintah pusat," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana