Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Damkar Bojonegoro Tangkap 235 Ular Sepanjang Tiga Bulan Pertama 2026, Didominasi Wilayah Perkotaan

Hakam Alghivari • Jumat, 3 April 2026 | 08:00 WIB
TANGKAP ULAR: Petugas menangkap ular di salah satu rumah warga. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
TANGKAP ULAR: Petugas menangkap ular di salah satu rumah warga. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kasus kemunculan ular di permukiman warga Bojonegoro masih tergolong tinggi selama awal tahun 2026. Dari jenis piton hingga ular kobra.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) sejak Januari hingga Maret menangkap ular 235  ekor di permukiman. Rinciannya, Januari tercatat sebanyak 92 kasus, Februari  68 kasus, kemudian Maret 75 kasus. Data tersebut didominasi permukiman di Kecamatan Bojonegoro Kota.

Kasi Inspeksi Damkar Bojonegoro, Yasminto mengatakan, tingginya angka tersebut dipengaruhi faktor cuaca yang masih berada pada musim penghujan. “Karena masih musim penghujan,” katanya kepada Radar Bojonegoro.

Dia menjelaskan, kondisi lingkungan yang lembap dan genangan air membuat habitat ular terganggu, sehingga hewan tersebut cenderung keluar dan masuk ke area permukiman warga.

Sebagian besar laporan justru berasal dari kawasan perkotaan yang padat penduduk. “Kebanyakan di permukiman perkotaan,” tambahnya.

Baca Juga: Dindamkarmat Bojonegoro Ingatkan Masyarakat Waspada Potensi Kebakaran di Momen Lebaran

Dari ratusan kasus yang ditangani, jenis ular piton  paling sering ditemukan. Ukurannya yang cukup besar kerap membuat warga merasa khawatir dan segera melaporkan ke petugas Damkar.

Damkarmat Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan, serta segera menghubungi petugas apabila menemukan ular di sekitar tempat tinggal agar dapat ditangani dengan aman.

Hansondo, warga Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota mengatakan,  musim penghujan harus mewaspadai kemunculan hewan melata tersebut. "Sering bersihkan barang-barang di rumah. Biasanya di tempat lembab, ya  buat jaga-jaga," ujarnya. (kam/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Damkar #permukiman warga #ular #genangan air #bojonegoro