RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kasus kemunculan ular di permukiman warga Bojonegoro masih tergolong tinggi selama awal tahun 2026. Dari jenis piton hingga ular kobra.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) sejak Januari hingga Maret menangkap ular 235 ekor di permukiman. Rinciannya, Januari tercatat sebanyak 92 kasus, Februari 68 kasus, kemudian Maret 75 kasus. Data tersebut didominasi permukiman di Kecamatan Bojonegoro Kota.
Kasi Inspeksi Damkar Bojonegoro, Yasminto mengatakan, tingginya angka tersebut dipengaruhi faktor cuaca yang masih berada pada musim penghujan. “Karena masih musim penghujan,” katanya kepada Radar Bojonegoro.
Dia menjelaskan, kondisi lingkungan yang lembap dan genangan air membuat habitat ular terganggu, sehingga hewan tersebut cenderung keluar dan masuk ke area permukiman warga.
Sebagian besar laporan justru berasal dari kawasan perkotaan yang padat penduduk. “Kebanyakan di permukiman perkotaan,” tambahnya.
Baca Juga: Dindamkarmat Bojonegoro Ingatkan Masyarakat Waspada Potensi Kebakaran di Momen Lebaran
Dari ratusan kasus yang ditangani, jenis ular piton paling sering ditemukan. Ukurannya yang cukup besar kerap membuat warga merasa khawatir dan segera melaporkan ke petugas Damkar.
Damkarmat Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan, serta segera menghubungi petugas apabila menemukan ular di sekitar tempat tinggal agar dapat ditangani dengan aman.
Hansondo, warga Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota mengatakan, musim penghujan harus mewaspadai kemunculan hewan melata tersebut. "Sering bersihkan barang-barang di rumah. Biasanya di tempat lembab, ya buat jaga-jaga," ujarnya. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana