RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora menggalang donasi untuk aksi damai, sebagai upaya menagih janji operasional Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog untuk musim giling tahun ini.
Koordinator aksi Wahyuningsih mengatakan, open donasi itu dilakukan sejak Minggu (29/03) lalu dan akan ditutup besok (2/4).
"Per hari ini sudah ada kurang lebih 200 dus air mineral dan beberapa biskuit. Donasi hanya bentuk minuman dan makanan kering. Kita tidak menerima uang," terangnya.
Wahyu menjelaskan, donasi terkumpul dari beberapa elemen masyarakat, khususnya para petani tebu. Bahkan donasi juga tercatat berasal dari beberapa kabupaten tetangga.
"Kalau dari kecamatan yang lainnya belum ada. Kalau dari kabupaten tetangga ada, dari Kabupaten Ngawi (Jawa Timur) dan Sragen," katanya.
Baca Juga: DP4 Blora Bantah Adanya Pemotongan HOK Tebu Plantungan
Lebih lanjut, ia menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk memantapkan aksi yang akan digelar di alun-alun Blora.
"Saat ini petani yang sudah fiks ikut (aksi damai) ada 1.500 petani, dari Kunduran dan Todanan. Besok wilayah-wilayah baru mengumpulkan data," katanya.
Dikutip dari laman portal pemkab Blora, APTRI Blora sempat menemui Bupati Arief Rohman Jumat lalu. Pertemuan itu guna menyampaikan hasil rapat konsolidasi, terkait janji musim giling 2026 di Bumi Indah Flora, samping Pabrik Gula PT GMM Bulog, Tinapan, Kecamatan Todanan.
Sementara itu, Ketua APTRI Blora Sunoto mengatakan, ada sejumlah poin yang disampaikan. Diantaranya para petani tebu serta berbagai elemen masyarakat, menagih janji Direktur Utama Bulog Pusat yang berkomitmen mengoperasionalkan kembali PT GMM untuk musim giling 2026.
Janji tersebut mencakup penggantian dua buah boiler yang rusak berat serta reformasi total manajemen internal PT GMM Bulog.
Selain itu, APTRI memberikan opsi apabila Bulog merasa tidak sanggup mengelola PT GMM, petani meminta agar pengelolaan diserahkan kepada pihak swasta. Pilihan tersebut demi nasib para petani tebu agar tidak terus menjadi korban ketidakpastian manajemen.
''Aksi damai itu merupakan respons trauma kerugian pada musim giling Tahun 2025. Pasalnya terjadi penghentian giling secara sepihak oleh manajemen PT GMM akibat kerusakan boiler yang menyebabkan kerugian petani mencapai Rp 75 miliar,'' pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana