RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Naiknya harga minyak dunia menjadi salah satu bahasan dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Bojonegoro, kemarin (27/3). Sebab, kenaikan harga minyak dunia akan berpengaruh pada besaran dana transfer ke daerah (TKD). Kondisi itu membuat kekuatan belanja daerah tahun depan akan berkurang.
Kegiatan berlangsung di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro. Selain dihadiri jajaran pejabat Bojonegoro, kegiatan ini juga dihadiri pejabat dari daerah tetangga, seperti Ngawi, Tuban, Lamongan, Jombang, dan Blora.
Plt Kepala Bappeda Jatim Yasin menyampaikan, perang Iran vs Israel dan Amerika Serikat membuat harga minyak dunia naik. Negara-negara tetangga sudah banyak menaikkan harga BBM. Namun, Indonesia belum menaikkan harga BBM. "Itu karena pemerintah melakukan intervensi dengan memberikan subsidi," tuturnya.
Naiknya harga minyak membuat subsidi yang diberikan juga lebih besar. Hal itu memengaruhi kondisi fiskal pusat. Jika pusat mengalami masalah fiskal, dana TKD juga akan berkurang.
"APBD 2027 akan turun dibanding tahun ini," jelasnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Ada tantangan global, terutama pada sektor energi. "Karena itu, saya minta BUMD untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.
Wahono meminta APBD 2027 difokuskan pada dua hal, yakni pertanian dan kesehatan. Sebab, dua hal itu sangat penting bagi masyarakat.
Saat ini, Bojonegoro masih memiliki anggaran yang cukup untuk meningkatkan dua sektor tersebut sehingga harus dimaksimalkan. "Potensi kita itu ada di kesehatan. Kami memiliki anggaran yang dialokasikan untuk meningkatkan layanan rumah sakit," jelasnya.
Di bidang pertanian, Wahono meminta agar manajemen air ditingkatkan sehingga tidak ada lahan pertanian yang kekurangan air. "Transfer kita menurun. Harus disadari bersama. Aspirasi tidak semua harus diakomodasi," jelasnya.
Bupati Wahono ingin mendapatkan masukan yang konstruktif, inovatif, dan solutif dalam Musrenbang ini, sehingga bisa menetapkan prioritas pembangunan dengan tepat.
"Efisiensi dan peningkatan pendapatan diperlukan karena adanya keterbatasan anggaran," tuturnya. (zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana