RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – PDAM Tirta Amerta Blora bakal mendapat suntikan proyek besar melalui program Green Infrastructure Initiative (GII), kerja sama pemerintah Indonesia dan Jerman. Nilainya sekitar Rp 100 miliar untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Direktur PDAM Tirta Amerta Blora Yan Riya mengatakan, proyek tersebut ditargetkan mulai direalisasikan tahun depan. Tambahan kapasitas itu diharapkan mampu memperluas layanan air bersih di sejumlah wilayah timur Blora.
‘’Program GII ini sangat membantu PDAM. Nanti ada tambahan proyek SPAM 100 liter per detik dari wilayah Cepu,” ujarnya.
Saat ini, instalasi air dari wilayah Cepu sudah memiliki kapasitas sekitar 100 liter per detik. Dengan tambahan proyek GII, kapasitas tersebut bakal bertambah dua kali lipat. Artinya, debit air yang bisa disalurkan ke masyarakat semakin besar.
Baca Juga: Tiga Embung di Blora Terima Banprov Rp 9 Miliar
Tak hanya membangun instalasi pengolahan air. Proyek tersebut juga mencakup pembangunan jaringan pipa distribusi hingga sambungan rumah (SR) bagi pelanggan baru.
PDAM Blora pun telah mengusulkan sekitar 6 ribu sambungan rumah dalam program tersebut. Sasarannya meliputi wilayah Cepu, Sambong, Jiken, Jepon hingga sebagian Kota Blora.
‘’Yang kita ajukan sekitar 6 ribu sambungan rumah. Ini akan sangat membantu peningkatan cakupan layanan PDAM,” jelasnya.
Menurut Yan, tambahan kapasitas 100 liter per detik itu otomatis akan mendongkrak kuantitas suplai air. Sementara dari sisi kualitas, desain instalasi yang digunakan juga akan lebih modern dibanding sistem sebelumnya.
‘’Secara kuantitas jelas menambah debit 100 liter per detik. Untuk kualitasnya juga ada perbedaan karena desain instalasinya nanti lebih baru,” terangnya.
Program GII sendiri digelontor dengan nilai investasi yang tidak kecil. Untuk Kabupaten Blora saja, total anggarannya diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 miliar.
Dengan suntikan anggaran tersebut, PDAM berharap perluasan jaringan air bersih bisa sekaligus menjadi solusi bagi sejumlah wilayah yang selama ini kerap mengalami krisis air saat musim kemarau.
‘’Harapannya program ini bisa berjalan lancar. Sehingga daerah yang selama ini kesulitan air bisa segera terlayani,” tandas Yan. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana