RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jelang lebaran masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Baik kondisi rumah saat ditinggal hingga akses digital.
Sebab, dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) menemukan modus penipuan mengatasnamakan aktivasi identitas kependudukan digital (IKD).
"Informasi dari keterangan staf dukcapil ada beberapa yang konfirmasi kebenarannya setelah dihubungi oknum tertentu," jelas Kepala Dinas Dukcapil Bojonegoro Heri Widodo kemarin (17/3).
Heri menerangkan, penerapan IKD bagian dari transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan. Namun, tingkat kesadaran masyarakat untuk mengaktivasi masih relatif rendah. Karena masih ada keraguan terkait penggunaannya.
Ia menambahkan, untuk memastikan keamanan aplikasi IKD dapat diunduh secara resmi melalui Play Store maupun App Store. Tidak melalui link atau tautan tidak jelas asal usulnya. Heri mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai ciri penipuan yang sering terjadi dalam proses aktivasi IKD.
Menurut dia, modus kerap digunakan antara lain menghubungi masyarakat secara pribadi, meminta kode OTP, mengirimkan tautan mencurigakan, atau mengirimkan surat maupun file palsu.
''Kode OTP (one time password) bersifat sangat rahasia. Jadi, jangan pernah memberikannya kepada siapa pun, bahkan kepada pihak yang mengaku sebagai petugas dukcapil. Kami tidak pernah melakukan aktivasi dengan cara door to door, melalui telepon, pesan WhatsApp, maupun media sosial,'' tegasnya.
Mantan kepala dinas komunikasi dan informatika (kominfo) itu menuturkan, data-data itu rentan disalahgunakan. Masyarakat aktivasi IKD dilakukan secara resmi oleh petugas dukcapil, mall pelayanan publik (MPP), dan petugas administrasi kependudukan (adminduk) di Kecamatan. Serta, tidak dipungut biaya. "Seluruh layanan administrasi di dukcapil itu gratis," tutur Heri. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana