RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Marshaling Area Yonif TP 885/Belibis Putih di Kecamatan Dander mulai mempraktikkan sejumlah kemampuan nonmiliter.
Sesuai jenis kompi dari pertanian, peternakan, konstruksi, serta kesehatan. Berbagai jenis tanaman sayur, lele, hingga ayam petelur sudah dibudidaya.
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 885/Belibis Putih Letkol Inf Rino Wahyu Nugroho menyampaikan, tugasnya mewujudkan ketahanan pangan.
Satuan baru ini tidak hanya fokus pada kekuatan militer dan keamanan. Kompi pertanian dan peternakan bakal fokus pada kedaulatan pangan, kompi konstruksi membantu pembangunan infrastruktur wilayah, dan kompi kesehatan ditugaskan melayani kesehatan masyarakat.
Sejumlah tanaman sayur-sayuran seperti kangkung, kacang panjang, sampai terong sudah bisa dirasakan. Juga, lele dan ayam petelur yang mulai dibudidaya. Obrolan demi obrolan mulai dari lokasi, jumlah kompi, hingga total prajurit disiapkan turut dibahas.
Tapi, ada yang memantik pertanyaan lebih lanjut, yakni tentang masalah air di lokasi tetap Yonif TP 885/Belibis Putih di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.
Danyonif dari Boyolali ini menegaskan, ada kendala tentu ada upaya. Pihaknya memastikan itu tak jadi persoalan. Sebab, sudah ada koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Disinggung lebih lanjut lagi perihal apakah ada keterlibatan atau kerja sama Yonif TP 885/Belibis Putih dengan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) dan program makan bergizi gratis (MBG), dia menyampaikan, belum ada keterkaitan hingga saat ini. Namun, tetap berpotensi untuk masa mendatang.
‘’Saat ini kami tidak ada koordinasi atau kerja sama untuk itu. Ke depan harapannya ada. Kalau pembangunan KDMP dengan PT Agrinas itu berbeda dengan satuan kami,” jelas pria akrab disapa Rino itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana