RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pengolahan limbah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) cukup penting, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar. Namun hanya sebagian kecil dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Blora mendorong agar nantinya seluruh SPPG memiliki IPAL. ‘’Untuk ke depan demi lingkungan, agar tidak terjadi pencemaran alangkah baiknya SPPG memiliki IPAL,’’ tutur Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Blora Sri Setyorini.
Ia mengatakan, saat ini di Blora terus bermunculan SPPG guna memenuhi kebutuhan MBG. ‘’Makin banyak SPPG di Blora. Data yang kami terima ada 71 dapur yang beroperasi,’’ terang Wakil Bupati Blora tersebut.
Hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait pencemaran lingkungan akibat SPPG. Namun, ia menyarankan pihak mitra dan yayasan yang mengurusi SPPG agar segera membuat IPAL.
‘’Memang saat ini sudah bagus. Gak ada laporan kekurangan makanan yang diterima anak-anak. Untuk kedepan jangan sampai ada yang komplain soal air limbah,’’ pintanya.
Menurutnya, IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan, keamanan pangan, serta sanitasi lingkungan dapur. Sehingga tidak meganggu masyarakat sekitar SPPG.
Ia memberikan contoh beberapa SPPG yang telah memiliki IPAL dan layak dicontoh. ‘’SPPG Ngawen Satu dan SPPG Polres Dua yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu,’’ imbuhnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana