Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kemenhaj: Kartu Nusuk Kemungkinan Dibagikan kepada CJH di Tanah Air Tahun Ini

Dewi Safitri • Kamis, 22 Januari 2026 | 07:45 WIB
KANTOR KEMENTERIAN HAJI & UMROH BOJONEGORO
KANTOR KEMENTERIAN HAJI & UMROH BOJONEGORO

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Adanya perubahan manajemen, utamanya dari sisi waktu mendapat apresiasi tersendiri dalam pelaksanaan haji tahun ini. Dimana rangkaian persiapan, termasuk pelunasan dilaksanakan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Meski begitu, ada beberapa catatan penting dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang mengharapkan adanya perbaikan yang sempat menjadi kendala.

Di antaranya, terkait pelunasan dan pembagian kartu nusuk. Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah Bojonegoro memberikan sinyal positif. Bahwa, kartu nusuk berpeluang dibagikan di Tanah Air.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro, Muh Abdulloh Hafith menyampaikan, pembagian kartu nusuk pada pelaksanaan haji tahun ini. Kemungkinan di Tanah Air. Tepatnya, di Surabaya saat pemberangkatan ibadah haji 2026.

"Insya Allah (kartu nusuk) akan dibagi di Tanah Air, Surabaya," terangnya kemarin (21/1).

Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro, Sholikin Jamik mengatakan, memang masih ada beberapa kendala.

Sehingga, ke depan diharapkan Kementerian Haji dan Umrah melakukan MoU dengan dinas-dinas terkait. Seperti, dalam hal istitaah kesehatan dengan dinas kesehatan, pemassportan dengan imigrasi, dan pelunasan dengan BSI.

Hal ini, lantaran keluhan yang dirasakan calon jemaah haji (CJH). Menurutnya, masih ada beberapa kekurangan. Seperti, pada pelunasan. Karena waktunya terbatas dan sangat pendek.

Maka, BSI harus melakukan pelayanan lebih baik. Terlebih, adanya sistem eror saat jemaah sedang dikejar oleh waktu pelunasan. Hal tersebut mengkhawatirkan.

“Solusinya, harus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan dinas-dinas terkait untuk MoU. Sehingga, nanti ada pelayanan khusus karena memang dikejar waktu. Tapi, secara umum, sudah berjalan dengan baik,” terangnya.

Tak hanya pelunasan, Sholikin juga menyoroti persoalan kartu nusuk yang menjadi problem pada musim haji 2025. Ia berharap ke depan seluruh tahapan, mulai tes kesehatan, administrasi paspor, hingga pelunasan, benar-benar sesuai dengan janji pemerintah.

“Kartu nusuk harus sudah dibagikan di Tanah Air, di embarkasi. Karena kartu nusuk ini menjadi problem di 2025, dibagikan di Tanah Suci. Kami berharap, kartu nusuk dibagikan saat pemberangkatan ibadah haji,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pada 1 dzulhijjah, semua visa sudah keluar. Sehingga, kartu nusuk bisa dibagikan di Tanah Air. Managemen haji di tahun lalu yang sudah menunjuk 8 syarikah yg bermasalah. Saat ini tinggal 2 yang ditunjuk.

“Kita berharap gol akhir ukurannya, kartu nusuk sudah diterima di Tanah Air. Dan, bisa satu embarkasi, satu syarikah, jadi tidak terpental atau terpisah-pisah,” pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#calon jemaah haji #BSI #kementerian haji dan umrah #cjh #surabaya #nusuk #kartu Nusuk #pelaksanaan haji #Umroh #bojonegoro #manajemen #sholikin jamik #haji #Pelunasan #umrah #KBIHU