RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap dua di Kabupaten Blora masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Diketahui, lahan yang disiapkan oleh Pemkab Blora baru akan dimatangkan pada tahun ini sekitar 7 hektare di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Nizamudin Al Huda mengatakan, lahan yang disediakan oleh Pemkab Blora telah disurvey oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Namun, pihak kementerian memberikan pekerjaan rumah untuk dilakukan pematangan lahan yang digunakan pembangunan SR, tepatnya di area eks tanah bengkok Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.
"Lahannya sudah dipastikan. Kurang lebih 7 hektare. Namun ini masih diperlukan pematangan dengan dilakukan pengurukan," terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pengurukan lahan itu masih melihat detail engineering design (DED). Pasalnya DED tersebut masih membutuhkan konsultasi kepada Satker Prasarana Strategis Kementerian PU.
"Saat ini masih proses perencanaan. Saya targetkan akhir Februari (bulan depan, red) perencanaan sudah selesai. Bulan maret ditargetkan sudah dilakukan kontrak," kata Huda.
Ia memperkirakan, pematangan lahan akan dilakukan tahun ini. Pada aplikasinya, Pemkab Blora menyedikan anggaran sekitar Rp 14 miliar untuk pengurukan lahan, agar siap untuk dibangun.
"Untuk luas lahan 7 hektare, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 14 miliar," ujarnya.
Menurutnya, tanah yang akan digunakan akan dilakukan pengurukan kedalaman sekitar 60 centimeter. Tak hanya itu, nantinya akan dibuatkan jalan akses ke lokasi pembangunan.
"Nanti juga akan dibuatkan jalan akses, dari Jalan Provinsi di sana masuk ke lokasi," katanya.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat itu diperkirakan akan dibangun oleh Kementerian pada tahun depan. Pasalnya tahun ini masih dilakukan pematangan lahan.
"Kemungkinan di Tahun 2027 nanti pembangunan dari Satker Prasarana Strategis," katanya.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora tidak memungkinkan dilakukan penambahan siswa pada tahun ajaran baru, dikarenakan keterbatasan ruangan yang ada.
Saat ini SRMA 18 Blora hanya memiliki 14 ruangan. Dari total itu, 8 ruangan sudah digunakan sebagai asrama guru dan siswa. Sementara 6 ruangan lainnya, digunakan sebagai ruang kelas dan ruangan sarana prasarana penunjang pembelajaran siswa. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana