RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro resmi dilaunching, kemarin (20/1). Bangunan senilai Rp 4,2 miliar itu diproyeksikan menjadi etalase pengetahuan, pusat edukasi, sekaligus simpul komunikasi publik dalam upaya menembus predikat UNESCO Global Geopark (UGGp) 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Welly Fitrama mengatakan, launching PIG Geopark ini sebagai langkah strategis penetapan Bojonegoro sebagai UGGp di 2026.
Bojonegoro sebagai aspiring UGGp telah mengambil langkah strategis dalam pengembangan kawasan Geopark. Dengan serangkaian aksi, dalam rangka evaluasi dan revalidasi Geopark Nasional Bojonegoro.
“Dengan predikat Bojonegoro sebagai aspiring UGGp ini tidak hanya bicara Bojonegoro, tapi bicara Indonesia. Jadi, Bojonegoro ini mewakili Indonesia,” terangnya.
Menurut Welly, langkah yang diambil oleh Pemkab Bojonegoro meliputi review dan penguatan dokumen, penguatan kemitraan dan jejaring nasional, serta penguatan sarana visibilitas, aksesibilitas, dan amenitas. Kegiatan launching ini termasuk bagian dari amenitas yang dilakukan.
Ketersediaan gedung PIG Geopark ini dimulai pada 2023 lalu. Yakni, tahap perencanaan dan pembangunan fisik melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Bojonegoro. Dengan nilai Rp 4,2 miliar di lahan Pemkab.
“Dengan luas tanah 965 meter (m)2. Luas bangunan untuk sekretariat 150,7 m2. Sedangkan, untuk luas bangunan utama 644 m2, terdiri dari dua lantai, masing-masing 322 m2,” bebernya.
Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Asep Kurnia menilai, Geopark Nasional Bojonegoro memiliki peran strategis. Keunikan warisan geologi dan secara tektonik di kawasan ini. Serta, kaitannya dengan budaya masyarakat lokal menjadikan Geopark Nasional Bojonegoro kayak untuk terus dikembangkan dan promosikan. Tidak hanya di wilayah nasional, tapi juga global.
“Upaya menuju UGGp bukan semata pencapaian status internasional. Melainkan, komitmen jangka panjang untuk mengelola warisan geologi secara berkelanjutan. Serta, mendorong kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan geowisata yang bertanggungjawab,” jelasnya.
Vice President Global Geopark Network (GGN) Association, Prof. Emeritus Dato' Dr. Ibrahim Komoo mengatakan, Bojonegoro Nasional Geopark memang sudah mempunyai status yang tinggi.
Dia melihat, Wonocolo adalah satu-satunya tempat di dunia yang mempunyai hubungan erat antara petroleum dengan manusia. Hal ini, sudah tidak ada lagi di tempat lain.
"Potensi ini adalah suatu warisan yang luar biasa. Tentu untuk memperoleh predikat UGGp perlu memastikan 100 persen persiapan dan kesiapan kita. Oleh karena itu, perlu memberikan effort yang sungguh-sungguh untuk memastikan penilai 4-5 bulan yang akan datang memenuhi kriteria penilaian. Jadi itu adalah sebabnya mengapa kami kemari, sekadar membantu untuk penambahbaikan di sana dan di sini," ujarnya.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menyampaikan, Geopark bukan hanya soal pelestarian batuan, melainkan tentang membangun narasi hubungan antara alam dan manusia.
Potensi geologi Bojonegoro luar biasa, sebagai penyumbang 25-30 persen kebutuhan minyak nasional. Namun, kekuatan sesungguhnya untuk diakui dunia adalah cerita di baliknya. Bagaimana kekayaan alam ini memberikan kemanfaatan ekonomi dan edukasi bagi masyarakat.
“PIG ini adalah komitmen kita untuk menjadi rujukan geologi internasional," terangnya.
Pria kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga warisan ini. Untuk generasi mendatang.
"Geopark ini bukan hanya milik Bojonegoro, tapi kebanggaan Indonesia,” pungkasnya. (*/ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana