Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Tegaskan Libatkan Pedagang dalam Revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro

Yana Dwi Kurniya Wati • Senin, 19 Januari 2026 | 07:30 WIB
REVITALISASI: Pertemuan antara Paguyuban Pedagang Pasar Kota dengan Pemkab Bojonegoro pada Rabu (14/1) lalu. Pertemuan di ruang Angling Dharma tersebut membahas pembangunan Pasar Kota.
REVITALISASI: Pertemuan antara Paguyuban Pedagang Pasar Kota dengan Pemkab Bojonegoro pada Rabu (14/1) lalu. Pertemuan di ruang Angling Dharma tersebut membahas pembangunan Pasar Kota.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menegaskan pembangunan Pasar Kota tidak akan dilakukan secara sepihak. Melainkan, melibatkan para pedagang pasar untuk duduk bersama. Termasuk, dalam hal pembahasaan desain pasar.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, bahwa di 2026 ini Pasar Kota Bojonegoro akan dibangun. Namun, sebelum pembangunan dimulai, sesuai kesepakatan, bahwa jika pasar ini dibangun maka harus mengajak bicara orang pasar.

Salah satunya, telah dilakukan melalui kegiatan rembug yang digelar di Gedung Angling Dharma pada Rabu (14/1) lalu. ‘’Bahwa di 2026 akan dibangun. Karena sudah sepakat, besok kalau dibangun harus mengajak bicara orang pasar. Ini tahapan daripada ngomong di awal,’’ ujarnya dalam kegiatan yang melibatkan para anggota Paguyuban Pedagang Pasar Kota tersebut.

Sosok asli Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander tersebut mengatakan, secara regulasi aset Pasar Kota Bojonegoro telah menjadi aset Pemkab. Jatuhnya pada 24 Februari 2024 lalu. Hal itu, seiring berakhirnya skema kerja sama build operate transfer (BOT) selama 30 tahun.

‘’Kalau sesuai regulasi menjadi aset pemkab, karena setelah 30 tahun, namanya BOT. Tapi, karena janji adalah membangun. Maka, diajak ngomong agar tidak ada dusta,’’ lanjutnya.

Melalui pembangunan yang akan dilakukan, Pemkab berharap, ke depan Pasar Kota bisa tertata dan nyaman. Kembali ramai, menjadi pusat aktivitas ekonomi. Serta, meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat. ‘’Harapannya dibangun setelah hari raya, agar baju-baju laku,’’ tambahnya.

Infografis revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Terpisah, salah satu pelanggan Pasar Kota Bojonegoro Marwi mengatakan, rutin mengunjungi pasar kota. Selain berbelanja, juga untuk kulak barang untuk dijual kembali di pasar desa. Mengingat, adanya perbedaan harga.

Untuk itu, ibu dari tiga anak tersebut menyambut senang dengan adanya rencana pembangunan Pasar Kota. Dengan harapan, bisa lebih nyaman ketika berbelanja. Juga, tetap bisa menjadi pasar rujukan yang menguntungkan.

Utamanya, dengan harga-harga sama seperti sekarang. Tidak ada perubahan atau kenaikan setelah adanya pembangunan nanti.

‘’Saya biasa kulakan bunga buat nyekar di Pasar Kota. Kemudian, dijual lagi di Pasar Sumberarum. Sudah sejak dulu wira-wiri ke sini. Jadi, senang kalau memang pasarnya mau dibangun menjadi lebih baik lagi,’’ katanya.

Alia Nikma salah seorang pengunjung Pasar Kota mengaku, sudah mendengar rencana penataan ulang Pasar Kota. Dia mengatakan, mendukung program tersebut. Terlebih jika sudah ada rencana dan kepastian relokasi sementara bagi para pedagang.

"Kalau di Gedung Serbaguna asal digunakan dengan baik saat berjualan tentu tidak masalah. Yang penting dalam prosesnya tidak sampai gaduh," ujarnya.

Alia mengatakan, pedagang harus diajak musyawarah dan diskusi apapun itu berkaitan pembangunan pasar berlokasi di utara Alun-Alun Bojonegoro itu. "Yang tak kalah penting juga jangan asal relokasi. Bisa-bisa malah merugikan pedagang," tandas dia. (ewi/yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Nurul Azizah #Gedung Serbaguna #pasar #pasar kota #pemkab bojonegoro #pembangunan #pedagang pasar #Ekonomi #bojonegoro #Pasar Kota Bojonegoro #Pedagang