Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Distribusi Ayam Gayatri Bojonegoro Kurang 3.146 KPM, Total Anggaran Rp 95,5 Miliar

Dewi Safitri • Kamis, 11 Desember 2025 | 14:15 WIB
TERJUN LAPANGAN: Wakil Bupati Nurul Azizah memantau langsung realisasi program gayatri di lapangan, tahun ini pemkab menganggarkan Rp 95,2 miliar
TERJUN LAPANGAN: Wakil Bupati Nurul Azizah memantau langsung realisasi program gayatri di lapangan, tahun ini pemkab menganggarkan Rp 95,2 miliar

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dalam dokumen Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P APBD) Bojonegoro 2025, pemkab telah menganggarkan Rp 86,7 miliar untuk 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM) program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri).

Sebelumnya dalam APBD induk, Pemkab Bojonegoro juga telah menganggarkan Rp 8,4 miliar. Sehingga, total anggaran tahun ini Rp 95,2 miliar

Dalam APBD induk sudah realisasi 100 persen, sedangkan dalam P-APBD

baru sekitar 1.854 KPM yang menerima distribusi ayam petelur, per-6 Desember 2025. Sehingga masih kurang sekitar 3.146 KPM.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki mengatakan, terkait penyaluran paket program Gayatri di P APBD 2025 hingga saat ini proses masih berjalan. Sehingga, belum tersalurkan semua. Proses ini masih dalam waktu yang ditentukan. Artinya, memang belum melewati batas waktu yang tertuang dalam kontrak.

“Untuk saat ini masih proses distribusi terus, belum tersalurkan semua. Karena memang juga masih dalam batas waktu yang tertuang dalam kontrak,” terangnya.

Fajar menyampaikan, untuk update penyaluran Gayatri per-6 Desember 2025. Meliputi, pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) dengan tahap 4, dilaksanakan sejumlah 5.000 KPM. Distribusi kandang sebanyak 2.105 KPM. Dropping pakan sebanyak 5.000 KPM, 200 kilogram (kg) tahap sudah sudah terlaksana 100 persen dan lanjut pada tahap dua. Juga, dropping ayam petelur sebanyak 1.854 KPM.

Terkait deadline pendistribusian paket Gayatri, terdapat banyak penyedia dan masa kontraknya berbeda.

“Sesuai dengan tahapan penawaran atau negosiasi melalui e-katalog v6,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kosim mengatakan, bahwa terdapat 10 KPM Gayatri di desanya pada P-APBD 2025 ini.

Untuk saat ini, baru kandang dan pakan ayam yang telah didistribusikan kepada KPM di desanya. Sedangkan, untuk paket ayam petelur sendiri belum diketahui kapan ada disalurkan.

“Baru kandang dan pakan ayam. Belum tau (penyaluran ayam akan dilakukan kapan),” katanya.

Dia menyampaikan, total terdapat 15 KPM Gayatri di Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari. Diantaranya, 5 KPM bersumber dari alokasi dana desa (ADD) dan 10 KPM dari P APBD 2025. Tidak mendapatkan Gayatri bersumber dari APBD induk.

“Untuk yang bersumber dari ADD, sudah bertelur. Hasilnya juga sudah dijual oleh KPM,” bebernya.

Pemkab Bojonegoro telah menganggarkan program Gayatri Rp 95,2 miliar tahun ini. Meliputi, 400 KPM Gayatri dianggarkan Rp 8,4 miliar bersumber APBD induk 2025 dan telah tersalurkan 100 persen.

Kemudian, 5.000 KPM dianggarkan Rp 86,7 miliar di P APBD 2025, yang masih dalam tahap penyaluran hingga kemarin (10/12). (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Ayam petelur #kpm #Ayam #apbd #gayatri #Bimtek #pemkab bojonegoro #Anggaran #Program Gayatri #ADD #bojonegoro #kades