RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jelang Hari Jadi Blora ke-276, Bupati Blora Arief Rohman bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) melaksanakan prosesi jamasan (pencucian) sejumlah pusaka milik pemkab setempat.
Pada penjamasan pusaka ini, Bupati Arief menyerahkan pusaka milik Pemerintah Kabupaten Blora Keris Kiai Bismo dan sejumlah keris lainnya kepada panitia penjamasan di Pendopo Kabupaten Blora.
Keris Kiai Bismo merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya. Bupati Arief mengatakan, kegiatan ini sebuah tradisi penuh makna, yaitu jamasan pusaka sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Blora ke-276.
‘’Prosesi ini bukan semata ritual adat, melainkan juga nguri-uri dan penghormatan terhadap warisan leluhur, nilai-nilai sejarah, budaya dan kebangsaan yang mengakar di Bumi Blora,’’ ucapnya.
Melalui jamasan pusaka, Bupati meneguhkan kembali komitmen masyarakat Blora untuk melestarikan dan menghormati budaya. Sebab pusaka adalah saksi bisu perjalanan panjang Blora, dari masa pra-kolonial, kerajaan, hingga republik.
‘’Merawat pusaka berarti merawat identitas dan jati diri Blora. Membangun rasa persatuan dan kebersamaan,’’ terangnya.
Terlebih, menurut Bupati Arief, tema Hari Jadi Blora tahun ini ialah Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur yang berarti mengajak masyarakat untuk bersatu, menjaga kerukunan, dan bersama-sama membangun Blora yang makmur dan adil.
‘’Menata masa depan Blora dengan semangat inovasi dan kemajuan, sebagaimana makna logo hari jadi tahun ini yang berisi potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,’’ ujarnya.
‘’Semoga dengan penjagaan pusaka dan semangat kebersamaan ini, Kabupaten Blora semakin aman, makmur, sejahtera, dan menjadi kebanggaan kita semua,’’ sambungnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana