Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Kabupaten Informatif Terbaik se-Jatim, Wujud Nyata Komitmen Pemkab Memberi Informasi dan Perganggungjawaban Publik

Yana Dwi Kurniya Wati • Senin, 1 Desember 2025 | 14:30 WIB
SUKSES: Komisi Informasi (KI) Awards Jawa Timur (Jatim) 2025 telah sukses digelar, sebanyak 69 badan publik menerima penghargaan.
SUKSES: Komisi Informasi (KI) Awards Jawa Timur (Jatim) 2025 telah sukses digelar, sebanyak 69 badan publik menerima penghargaan.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menorehkan prestasi. Kota Ledre dipimpin Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah ini berhasil meraih penghargaan kategori Pemerintah Kabupaten dan Kota Informatif dalam Keterbukaan Informasi di ajang Komisi Informasi (KI) Awards Jatim 2025.

Bersama dua sosok pemimpin kelahiran Bojonegoro ini, pemkab berkomitmen memenuhi hak dan mewujudkan keterbukaan informasi kepada publik. Wujud pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan dan bagaimana pekerjaan dilakukan.

Dalam kategori Informatif, Bojonegoro berhasil mengantongi predikat A dengan nilai 98,70. Kabupaten dengan keterbukaan informasi terbaik se-Jatim dan urutan ke empat dalam jajaran pemerintah kabupaten dan kota.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan, informasi adalah hak masyarakat. Sehingga pemkab berkewajiban memberi informasi. "Kami selaku bupati berkomitmen memberi yang terbaik untuk masyarakat Bojonegoro," tegasnya dalam wawancara cegat pascapenerimaan penghargaan di Andrawina Ballroom Aston Hotel Bojonegoro, Sabtu (29/11).

Wahono melanjutkan, pihaknya bersama wabup selalu berkomitmen memberi informasi kepada publik karena bagian dari pertanggungjawaban. Dari apa yang sudah dilakukan dan bagaimana melakukannya dengan baik. Bahkan, pria kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini menekankan informasi publik menjadi hudaya kerja.

"Dengan informasi yang kami sajikan ke masyarakat banyak membantu kami memecahkan persoalan-persoalan yang selama ini belum bisa kami lakukan. Sehingga, kami punya kewajiban untuk membiasakan dan menggerakkan seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) hingga tingkat desa untuk itu," ujarnya.

Wahono menambahkan, tak kalah penting adalah literasi masyarakat. Memberi informasi dan pertanggungjawaban. Menurutnya, ini menjadi semangat dan tantangan ke depan. "Semoga, harapannya perbaikan-perbaikan ini terus kami lakukan," tutur dia.

Wabup Bojonegoro Nurul Azizah turut menyampaikan rasa syukurnya. Dia menuturkan, pencapaian keterbukaan informasi kepada publik hingga menjadi kategori informatif merupakan hal luar biasa.

"Dengan peningkatan penilaian dari tahun ke tahun yang sebelumnya D, Alhamdulillah tahun ini di A," ucap perempuan akrab disapa Nurul itu penuh rasa syukur. Menurutnya, ini merupakan sebuah inspirasi dan dukungan untuk menjadi lebih baik. Menunjukkan apa yang harus dilakukan untuk terus berbenah.

Tentu untuk memberi kebermanfaatan bagi masyarakat khususnya dalam keterbukaan informasi. Perempuan kelahiran Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander itu mengemukakan, di mana masyarakat Bojonegoro dengan total 1,3 juta penduduk, sekitar 68 persen merupakan pengguna internet. Sehingga, menjadi bekal pemkab menyuguhkan informasi.

"Dari pengguna internet ini mayoritas usia produktif dan sangat memerlukan informasi. Ini menjadi bekal pemkab untuk menyuguhkan informasi-informasi itu," tuturnya. (*/yna)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#informasi #Nurul Azizah #bupati bojonegoro #Jatim #pemkab bojonegoro #KI #KI Awards #bojonegoro #Setyo Wahono #komisi informasi #keterbukaan informasi #informatif