RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bupati Setyo Wahono mengukuhkan kepengurusan baru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro di Ruang Angling Dharma Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, kemarin (27/11). Dengan didampingi oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.
Bupati mendorong anggota FKUB untuk lebih peka, utamanya dalam menjaga kerukunan di tengah tantangan era digitalisasi. Hadir dalam kesepatan tersebut, seluruh anggota FKUB dari lima agama. Meliputi, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Konghucu.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, FKUB memegang peran strategis sebagai penyejuk umat. Di tengah tantangan perkembangan tekonologi saat ini, potensi disinformasi sangat rentan terjadi.
Untuk itu, FKUB harus terus meningkatkan kapasitas digital. Juga, memiliki tim khusus untuk memantau isu-isu di media sosial yang menimbulkan keresahann masyarakat.
‘’FKUB harus mampu menjadi filter sekaligus penguat toleransi di lingkungan masyarakat,’’ pesannya.
Sosok nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut melanjutkan, penguatan komunikasi dan dialog rutin lintas agama juga perlu dilakukan. Tidak hanya pada momen krusial. Di samping itu, Pemkab siap menjadi mitra FKUB dalam merumuskan kebijakan terkait kerukunan umat beragama.
Penting bagi FKUB, lanjut Bupati, untuk menjaga indepensi sebagai lembaga rujukan masyarakat dalam isu-isu kerukunan. Adanya sinergi lintas organisasi dan pemuka agama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan juga perlu digalakan menjelang perayaan natal tahun ini. Sebagai wujud toleransi dan kebersamaan.
‘’FKUB terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya toleransi, saling menghargai, dan menjaga persatuan,’’ harapnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Bojonegoro terlantik, Hanafi mengatakan, kerukunan umat beragama di Bojonegoro merupakan hasil proses yang panjang yang telah terbangun dengan baik. Untuk itu, pengurus FKUB Bojonegoro berkomitmen untuk memperkuat silaturahim, dialog lintas agama, mendampingi masyarakat, dan membangun koordinasi intensif dengan pemerintah daerah.
‘’FKUB bertekad melibatkan seluruh elemen lintas agama dalam program kerukunan serta menjadi teladan dalam toleransi dan semangat kebangsaan,’’ pungkasnya. (*/ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana