Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Akademisi Berpandangan Bojonegoro Perlu Penanggulangan Kemiskinan Tepat Sasaran

M. Irvan Romadhon • Rabu, 12 November 2025 | 14:15 WIB
ilustrasi kemiskinan. (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
ilustrasi kemiskinan. (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kemiskinan tertinggi di Kecamatan Ngasem tentu menjadi perhatian serius. Terlebih kecamatan tersebut menjadi salah satu tempat sumber energi nasional. Sehingga perlu penanggulangan yang tepat sasaran.

Mulai dengan melibatkan berbagai pihak hingga pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan akses pendidikan

Ketua STIE Cendekia Nurul Mazidah mengatakan, memprihatinkan bahwa Kecamatan Ngasem kini menjadi kantong kemiskinan tertinggi di Bojonegoro dan tentu ini butuh perhatian yang serius. Tentu penanggulangannya haruslah lebih tepat sasaran dan melibatkan banyak pihak.

Menurut Nurul kondisi ini bukan hanya soal minimnya pendapatan, akan tetapi juga rendahnya kesempatan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang belum maksimal. Sehingga diperlukan dorongan dan sinergitas pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

‘’Agar warga Ngasem menjadi lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.

Sekretaris Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Organisasi Daerah (ICMI Orda) Bojonegoro Awaludin Ridwan menambahkan, kemiskinan tertinggi di Kecamatan Ngasem menjadi sebuah ironi. Terlebih kecamatan Ngasem merupakan salah satu tempat sumber energi nasional.

‘’Namun persentase penduduk miskin tertinggi,” ungkapnya.

Ridwan mengaku ada dua strategi utama yang paling penting untuk menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro, berdasarkan konteks yang ada. Pertama pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi alam.

Tepatnya meningkatkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di masing-masing kecamatan sangat krusial. Misalnya, pertanian, kehutanan (pemanfaat lahan hutan), dan pariwisata alam yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Program pendampingan untuk UMKM juga spenting untuk memperkuat daya saing mereka, meningkatkan pemasaran, dan membantu mereka mengakses modal. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi, yang secara langsung dapat mengurangi angka kemiskinan di daerah tersebut.

Kedua peningkatan akses pendidikan dan keterampilan. Pendidikan dan keterampilan adalah fondasi utama untuk keluar dari kemiskinan. Pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal akan membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di samping itu, peningkatan akses pendidikan terutama pendidikan tinggi perlu di masifkan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat penting untuk memutus siklus kemiskinan.

‘’Dengan fokus pada kedua aspek ini (pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan akses pendidikan) kemiskinan di Bojonegoro dapat diminimalisir secara signifikan, menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi,” ujarnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#keterampilan #kemiskinan #kantong kemiskinan #Ngasem #Pendidikan #stie cendekia bojonegoro #energi #umkm #Ekonomi #bojonegoro #icmi