Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Disnakkan Bojonegoro: Penerima Gayatri Tertinggi di Kecamatan Kedungadem

Dewi Safitri • Jumat, 7 November 2025 | 14:30 WIB
GAYATRI: Warga menerima program Gayatri dari Pemkab Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro akan menambah sebanyak 5.000 KPM di P- APBD 2025.
GAYATRI: Warga menerima program Gayatri dari Pemkab Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro akan menambah sebanyak 5.000 KPM di P- APBD 2025.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Total terdapat 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM) program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) bersumber dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P APBD) 2025. Tersebar pada 27 kecamatan di Bojonegoro. Dengan jumlah KPM berbeda-beda pada setiap kecamatannya.

Berdasar data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, kecamatan dengan jumlah KPM Gayatri di P APBD 2025 tertinggi adalah Kecamatan Kedungadem sebanyak 420 KPM.

Kemudian, Kecamatan Sumberrejo 310 KPM, Kanor 285 KPM; Baureno 275 KPM; Balen 270 KPM; Tambakrejo 265 KPM; dan Kepohbaru 260 KPM.

Selanjutnya, Kecamatan Ngraho 240 KPM; Ngasem 225 KPM; Padangan 210 KPM; Dander 205 KPM; Sukosewu 205 KPM; Kapas 200 KPM; Malo 200 KPM; Temayang 180 KPM; dan Sugihwaras 175 KPM.

Dilanjutkan Kecamatan Kalitidu 156 KPM; Trucuk 150 KPM; Kasiman 135 KPM; Purwosari 120 KPM; Margomulyo 100 KPM; Gondang 90 KPM; Sekar 80 KPM; Kedewan 70 KPM; Bojonegoro 65 KPM; Bubulan 50 KPM; dan Ngambon 50 KPM.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki menyampaikan, dari data mandiri kemiskinan daerah (damisda), total terdapat 145.521 jiwa penduduk dan 54.016 KK di Bojonegoro. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.000 keluarga terdaftar sebagai KPM Gayatri di P APBD 2025.

5.000 KPM program Gayatri di P-APBD 2025 tersebut, lanjut Fajar sapaannya, masih berproses hingga saat ini. Baik dalam hal pendistribusian paket bantuan program maupun bimbingan teknis untuk para KPM Gayatri. 

“5.000 KPM di P APBD 2025 masih berproses. Sedangkan, 400 di APBD induk 2025 sudah terealisasi 100 persen,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, bahwa Gayatri bukan sekadar program bantuan ternak. Lebih dari itu, merupakan sebuah gerakan untuk membangun ekonomi keluarga yang mandiri dan berdaya saing. Untuk itu, KPM harus bisa mempraktekkan serta mengembangkan ilmu terkait Gayatri dengan baik. 

“Program ini sangat bermanfaat untuk mendorong ekonomi yang mandiri,” ujarnya saat menghadiri pelatihan Gayatri di Kecamatan Kalitidu, Senin (3/11) lalu. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Ayam petelur #bupati bojonegoro #kpm #apbd #Kedungadem #gayatri #disnakkan bojonegoro #penerima manfaat #Disnakkan #bojonegoro #Setyo Wahono #Damisda