RADARBOJOENGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab Blora ingin aset tak terpakai difungsikan secara maksimal. Menindaklanjuti hal itu, Bupati Blora Arief Rohman mengajukan hibah aset ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memperluas fasilitas puskesmas. Diketahui, terdapat aset lahan dan gedung milik Kemenkeu di tengah kota Blora yang terbengkalai, tepatnya di Kelurahan Jetis.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan, selain membahas anggaran transfer ke daerah (TKD), pihaknya ingin memanfaatkan lahan dan gedung tersebut untuk perluasan puskesmas agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa lebih nyaman dan maksimal.
‘’Memang ada gedung dan lahan aset Kemenkeu yang sudah lama mangkrak. Gak dimanfaatkan KPP Pratama. Jadi nanti inisiatif buat dihibahkan saja ke kami untuk perluasan puskesmas,” terangnya. ‘’Karena saat ini kondisi lahan puskesmas sudah habis. Parkir pun sering ngikut di tanah Kemenkeu sebelahnya,’’ imbuhnya.
Bupati Arief mengaku optimistis perlebaran luas puskesmas tersebut bisa terealisasi. Terlebih, komunikasi dengan kementerian berjalan lancar. ‘’Kami langsung menyerahkan surat permohonannya ke Menkeu. Semoga dapat segera diproses,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Umum Kemenkeu RI, Arif Bintarto Yuwono mengatakan, pihaknya ingin aset negara bisa memberikan manfaat untuk masyarakat.
‘’Jangan dibiarkan tidur kelamaan. Jika nanti dapat membantu Pemkab untuk manfaat yang lebih besar bagi perluasan puskesmas, pastinya akan didukung,” jelas pria kelahiran Blora itu.
Dia mengaku punya banyak memori dengan keberadaan Puskesmas Blora Kota di Kelurahan Jetis itu. Pasalnya orang tuanya dulu pernah bekerja di Puskesmas Jetis.
‘’Orangtua saya dulu pernah kerja di Puskesmas Blora, sehingga banyak kenangan memori di Puskesmas ini. Saya pun sudah tahu bagaimana kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Edi Widayat, mendukung langkah Bupati untuk mengajukan hibah untuk lahan puskesmas itu. Sebab, tiap harinya puskesmas tersebut selalu ramai dan sesak.
‘’Selama ini pelayanan Puskesmas Blora selalu ramai. Setiap hari hampir 200 pasien datang dan parkirnya sampai jalan raya. Sehingga sering nitip ke lahan milik Kemenkeu,” jelasnya. ‘’Gedungnya juga sudah full, tidak ada lahan kosong lagi sehingga untuk pengembangan fasilitas kesehatan butuh perluasan,'' ujarnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana