RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kabupaten Bojonegoro telah menerima dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) sebanyak Rp 1,55 triliun per September 2025. Penyaluran DBH Migas di kota ledre ini, masih tersisa sekitar Rp 388,7 miliar tahun ini. Kemungkinan, minimal akan dilakukan dua kali penyaluran lagi ke depan, untuk sisa DBH tersebut.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno menyampaikan, alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk DBH migas di Bojonegoro tahun ini sebesar Rp 1,94 triliun. Dari alokasi tersebut, telah salur sebanyak 80 persen, setara dengan Rp 1,55 triliun.
Sehingga, masih tersisa sekitar Rp 388,7 miliar DBH migas untuk Bojonegoro tahun ini. ’’Untuk minyak bumi masih sisa Rp 386,5 miliar dan untuk gas bumi sisa Rp 2,2 miliar,” terangnya.
Berdasar data KPPN, rincian penyaluran DBH migas di wilayah Bojonegoro meliputi, penyaluran pertama DBH minyak bumi sebesar Rp 193,2 miliar dan Rp 1,1 miliar gas bumi pada 31 Januari 2025.
Kemudian, DBH minyak bumi sekitar Rp 289,9 miliar dan Rp 1,6 miliar gas bumi disalurkan pada 24 Maret 2025; DBH minyak sebesar Rp 289,9 miliar dan Rp 1,6 miliar gas bumi disalurkan pada 28 Mei 2025; Rp 386 miliar DBH minyak bumi dan Rp 2,2 miliar DBH gas bumi disalurkan 31 Juli 2025.
Dan, kembali disalurkan Rp 386,5 miliar DBH minyak bumi dan Rp 2,2 miliar DBH gas bumi pada 30 September lalu. Teguh sapaannya melanjutkan, sisa DBH migas akan disalurkan ke depan. Namun, belum diketahui pasti masih ada berapa kali penyaluran lagi di tahun ini.
Penyaluran akan dilakukan minimal sebesar sisa. Yakni, sekitar Rp 388,7 miliar. ’’Kalau berapa kalinya, belum tahu. Tapi, minimal sebesar sisa. Bisa minimal dua kali penyaluran,’’ pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana