RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Semanding, Kecamatan Bojonegoro Kota, resmi dihentikan sementara selama sepekan. Kebijakan itu diambil setelah tujuh siswa kelas 5 SD mendadak sakit perut dan diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG pada Rabu (24/9).
Kepala SDN Semanding Sulistiowati menyampaikan, penghentian distribusi MBG dilakukan untuk evaluasi dan perbaikan pelayanan. ’’Untuk MBG di sekolah kami dihentikan atau tidak disalurkan dulu selama seminggu ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perlunya sosialisasi ulang agar siswa tidak trauma. ’’Kami minta agar dilakukan sosialisasi kembali oleh ahli gizi untuk meyakinkan dan menjelaskan pada anak-anak karena saya khawatir anak-anak masih trauma dan takut sebab kejadian kemarin,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati menyatakan, hasil uji laboratorium sementara menunjukkan kandungan makanan MBG masih dalam batas aman. ’’Kandungannya masih dalam batas aman,” ungkapnya.
Namun, Ninik menegaskan hasil itu baru sebatas uji mikrobiologi. ’’Uji kimianya masih proses. Sudah kami kirim ke laboratorium di Surabaya,” jelasnya. Ia menambahkan, jika hasil uji kimia sudah keluar, laporan akan disampaikan.
Diketahui, tujuh siswa SDN Semanding sempat menjalani perawatan di Puskesmas, bahkan empat di antaranya dirujuk ke IGD RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro setelah mengalami gejala mual, pusing, dan sakit perut. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana