RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Usai kritik TNI tak becus mengurus MBG saat audiensi SPPG Blora, Ketua Komisi D DPRD setempat, Subroto akhirnya minta maaf.
DPRD Blora dan Kodim 0721 dipertemukan langsung oleh Bupati Blora di ruang pertemuan Bupati, Rabu sore (24/9). Dalam permintaan maaf tersebut, pria yang akrab disapa Mbah Broto mengaku tak paham tugas TNI dalam undang-undang yang berlaku.
Subroto menyampaikan minta maafnya secara langsung kepada Kodim 0721 Blora yang dijembatani oleh para stakeholder setempat. Ia mengakui tak paham akan tugas TNI di luar medan perang.
‘’Kami mohon maaf sebelumnya kepada Pak Dandim. Kami kurang paham terkait tugas TNI ternyata tak melulu soal perang,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Di sisi lain, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, dirinya menjembatani kedua belah pihak agar bisa damai. Terlebih, untuk menciptakan kekondusifan wilayah.
‘’Alhamdulillah sudah ketemu para pihaknya. Kita jaga baik-baik kondusivitas wilayah ya. Apalagi ini soal program presiden yang harus dilaksanakan,’’ ujarnya.
Menurutnya, program ini perlu sinergisitas antar pihak. Terlebih terkait pengawasan. ‘’Kita sudah buat satgas untuk mengawasi MBG. Tentunya kritik dari legislatif untuk fungsi pengawasan terkait program pusat ini,’’ ujarnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0721 Blora, Letkol Inf Agung Cahyono menerima permintaan maaf dari pihak DPRD. Menurutnya, tak perlu diperpanjang dan saling bersinergi.
‘’Sudah bertemu dan sudah saling memahami. Saya tegaskan Kodim tidak membenci siapapun,’’ imbuhnya.
Dandim Agung juga mengajak para pihak untuk bekerja sama dalam merealisasikan program MBG tersebut. ‘’Semua pasti terkoneksi dalam program. Mari bersinergi dan berkolaborasi untuk menyukseskan program arahan dari presiden ini,’’ pungkasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana