RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebagai wujud komitmen meningkatkan ekonomi lokal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi melaunching aplikasi e-Bakul di Pendapa Malowopati, kemarin (27/8).
Aplikasi e-Bakul dirancang untuk memantau dan merekap transaksi belanja aparatur sipil negara (ASN) pada pelaku usaha kecil secara transparan dan terukur. Guna mendorong partisipasi ASN dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil, meningkatkan pendapatan, serta mendukung pengurangan kemiskinan di Bojonegoro.
Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Bojonegoro Dyah Enggar Mukti menyampaikan, kegiatan launching e-Bakul ini sebagai sarana untuk memperkenalkan sekaligus mengimplementasikan belanja ASN guna memajukan usaha kecil.
Inovasi ini terintegrasi dengan aplikasi e-TPP ASN. Sehingga, belanja ASN pada pelaku usaha kecil akan tercatat dan berpengaruh langsung terhadap TPP. TPP tidak akan diberikan, ketika belanja ASN tidak memenuhi kuota 10 persen dari pagu TPP. Dengan system ini, kebijakan belanja ASN tidak hanya bersifat anjuran, tapi gerakan kolektif yang berdampak nyata.
‘’Aplikasi ini akan mulai aktif digunakan oleh seluruh ASN per-1 September 2025,’’ ujarnya.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, penerapan aplikasi e-Bakul ini sebagai upaya paksa untuk memberikan dampak. Bagaimana pendapatan yang diterima oleh ASN bisa dirasakan oleh para usaha ekonomi lokal.
‘’Untuk pertumbuhan ekonomi, memaksa para pegawai negeri berbelanja tidak kepada ekonomi jejaring, tapi benar-benar kepada ekonomi kecil,’’ terangnya.
Dia melanjutkan, dalam penerapannya, ketika ASN berbelanja harus dilengkapi dengan nota. Tapi, jangan sampai nota dan stempel membuat sendiri. Dengan alasan toko tidak memiliki stempel atau tidak menyediakan nota. Untuk itu, nantinya akan dilakukan evaluasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro serta Bapak Inspektur.
‘’Ini cara Bapak Bupati akan meningkatkan usaha ekonomi lokal,’’ tambahnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, e-Bakul ini bertujuan untuk memberikan nilai lebih kepada ekonomi lokal agar dapat terus bergerak dengan sehat. Aplikasi ini merupakan ide besar bersama. Mengingat, saat pertama kali menjabat, kondisi perekonomian Bojonegoro masih dengan pertumbuhan satu koma. Di samping itu, angka kemiskinan juga tinggi. Sehingga, berfikir yang bisa dipaksa pertama adalah para ASN.
Dengan komitmen dan semangat bersama, sosok nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut percaya, perputaran ekonomi lokal akan lebih baik. Selain itu, dapat mendorong kemandirian serta daya tarik anak muda untuk berwirausaha.
‘’Mengingat manfaatnya begitu besar untuk pertumbuhan ekonomi lokal Bojonegoro. Bahwa, harus betul untuk berkomitmen bareng-bareng. Bahwa e-Bakul nantinya bisa menjadi contoh juga untuk instansi-instansi terkait,’’ ujarnya.
Bupati mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban untuk mengatur regulasi dan memberikan fasilitas. Ini menjadi bentuk untuk memberikan nilai lebih dan mempersiapkan pedagang kecil agar mampu memenuhi kebutuhan e-Bakul ini. Dengan aplikasi ini, akan dapat menumbuhkan ekonomi lokal. Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa ke depan dunia akan menggunakan elektronik.
‘’ASN harus berkomitmen bareng-bareng untuk menumbuhkan ekonomi lokal, mendorong kemandirian, dan partisipasi aktif. ASN harus aktif berpartisipasi, dunia usaha juga harus didampingi bareng-bareng,’’ pesannya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana