Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hadiri Pelatihan Gayatri Bagi Bumdes, Wabup Bojonegoro Dorong Kemandirian Masyarakat

Dewi Safitri • Selasa, 26 Agustus 2025 | 19:24 WIB
PELATIHAN: Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri Pelatihan Gayatri yang diikuti oleh 58 peserta tersebut akan berlangsung selama tiga hari. Tepatnya, mulai kemarin (25/8) hingga Rabu (27/8).
PELATIHAN: Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri Pelatihan Gayatri yang diikuti oleh 58 peserta tersebut akan berlangsung selama tiga hari. Tepatnya, mulai kemarin (25/8) hingga Rabu (27/8).

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menguatkan program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya, melalui Pelatihan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) bagi pengelola badan usaha milik desa (BUMDesa) yang dilaksanakan di Pendapa Kecamatan Kanor, kemarin (25/8).

Pelatihan yang diikuti oleh 58 peserta tersebut akan berlangsung selama tiga hari. Tepatnya, mulai kemarin (25/8) hingga Rabu (27/8).

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, saat ini Pak Presiden memiliki beberapa program asta cita, salah satunya ketahanan pangan. Di 2025 ini, terdapat 4 program yang sudah dilakukan pusat ke daerah. Diantaranya, makan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, koperasi desa merah putih, dan cek kesehatan gratis (CKG).

‘’Dalam CKG anak-anak sekolah, ternyata hasilnya 49 persen yang sudah masuk SD dan SMP, kesimpulannya ada kendala mata dan pradiabet karena makanan-makanan instan. Untuk sekolah rakyat, pada 15 Agustus sudah dibuka, ada 100 siswa dan semua kebutuhannya dibiayai oleh APBN,’’ terangnya.

Sosok bertempat tinggal di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander tersebut mengatakan, untuk program Gayatri di Bojonegoro ini bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Corporate Social Responsibility (CSR), hingga 10 persen dari dana desa.

‘’Tujuan Bapak Bupati, masyarakat memiliki penghasilan harian. Seperti, di Desa Piyak dan Sedeng. Ini harus menjadi keberlanjutan, harus mandiri, dan Pemkab akan berganti ke sasaran yang lain,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro Machmuddin mengatakan, jumlah BUMDesa di Bojonegoro tercatat sebanyak 419 unit. Diklarifikasikan dalam empat kategori, yakni 231 BUMDesa perintis, 103 BUMDesa Pemula, 77 BUMDesa Berkembang, dan 7 BUMDesa Maju.

Terdapat sebanyak 307 BUMdesa di Bojonegoro ini bergerak di bidang ketahanan pangan. Mencakup sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai unit usaha paling dominan.

‘’Dari jumlah BUMDesa yang ada, 190 BUMDesa telah berbadan hukum dan 31 BUMDesa telah memiliki nomor induk berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha,’’ paparnya.

Dia melanjutkan, maksud diadakannya kegiatan ini untuk memberikan informasi mengenai arah dan kebijakan pemberdayaan BUMDesa di Bojonegoro bidang usaha ketahanan pangan. Kemudian, mendorong penguatan kapasitas kelembagaan BUMDesa dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Gayatri.

Menumbuhkan kesadaran dan komitmen pengelola BUMDesa terhadap peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Serta, menyiapkan ekosistem desa yang mampu menyerap hasil produksi telah secara berkelanjutan melalui skema bisnis lokal.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan teknis dan manajerial kepada pengelola BUMDesa terkait budidaya ayam petelur dan hasil produksinya. Selain itu, meningkatkan kemampuan BUMDesa dalam menjadi mitra pembeli, penyedia pakan, hingga pendamping usaha bagi keluarga penerima manfaat.

Kemudian, membangun jejaring usaha BUMDesa yang mendukung distribusi, pemasaran, dan pengelolaan hasil telur secara lokal.

‘’Juga, mendorong lahirnya model bisnis berbasis pada potensi lokal dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi masyarakat,’’ pungkasnya. (*/ewi)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#peternak #apbn #Nurul Azizah #Ayam petelur #telur ayam #makan bergizi #Koperasi Desa #Ayam #gayatri #BUMDesa #pemkab bojonegoro #telur #Pelatihan #bojonegoro #beternak #kanor #Mbg