RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pembebasan lahan warga terdampak proyek Bendungan Karangnongko masih belum terealisasi. Dijadwalkan pada akhir Juli mendatang, warga akan mendapat sosialisasi terkait kejelasan. Untuk sementara warga berharap ganti untung.
Kepala Desa Ngrawoh Kecamatan Kradenan, Purwondo mengatakan, sudah mulai ada kejelasan terkait pembebasan lahan. Pihaknya dan warga yang terdampak bendungan bakal diajak sosialisasi.
“Akhir Juli ini rencananya akan ada sosialisasi, kalau desa kami pada 29 Juli,” ungkapnya.
Purwondo mengatakan, untuk saat ini, warga yang terdampak menginginkan ganti untung.
Sementara untuk lahan yang bakal menjadi tempat tinggal yang baru bagi warga yang terdampak belum dibicarakan lebih lanjut. “Biar warga tenang dahulu,” katanya.
Menurutnya, sosialisasi pembebasan lahan dilakukan di masing-masing desa. Untuk warga yang terdampak dari Desa Mendenrejo, sosialisasinya bakal digabung dengan desa Ngrawoh.
Diketahui sebelumnya, terdapat lima desa yang terdampak proyek Bendungan Karangnongko, untuk lahan warga yang terdampak di Mendenrejo dan Megeri lebih sedikit dibanding di tiga desa lainnya yakni Nginggil, Nglebak, Ngrawoh yang lebih banyak lahan yang terdampak.
Terdapat wacana transmigrasi lokal untuk tiga desa yang warganya terdampak proyek lebih banyak. Lokasi yang diusulkan untuk rencana tersebut berada di kawasan lahan KHDTK UGM yang berada di wilayah Getas Kabupaten Blora. Namun rencana tersebut belum memasuki tahap final. (luk/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana