RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 3.888 Buruh Tani Tembakau bakal terima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) tahun ini. Jumlah tersebut terjadi sedikit penambahan dari tahun lalu, dari anggaran yang tidak terserap. Anggaran yang dikucurkan sekitar Rp 4,6 Miliar.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP4) Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi menegaskan, untuk kepastian data buruh tani tembakau yang menerima BLT DBHCHT masih menunggu data dari Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4).
“Kami masih menunggu data, karena bagian datanya di sana (DP4 Blora),” ujarnya.
Sementara, anggaran sekitar Rp 4,6 Miliar berada di Dinsos. Luluk menegaskan, anggaran tersebut bakal dilakukan setelah verbal dilakukan. Memastikan penerima manfaat tepat sasaran yakni Buruh Tani Tembakau.
“Kami dengan DP4 nanti akan melakukan verval, memastikan keakuratan data,” tambahnya.
Ia mengatakan, jika mengacu pada deks dari Pemerintah Provinsi, kuota BLT DBHCHT yang didapat tahun ini sekitar 3.888 buruh tani tembakau. Dengan nilai anggaran sekitar Rp 4.6 Miliar.
“Iya naik sedikit, sekitar ratusan dari tahun lalu,” katanya.
Kenaikan tersebut terjadi karena terdapat anggaran dari Satpol PP tahun lalu yang tidak habis terserap. Sehingga anggaran menjadi silpa, akhirnya dimanfaatkan untuk tahun ini.
“Ada silpa tahun lalu yang ditambahkan pada APBD Perubahan untuk BLT DBHCHT tahun ini,” jelas dia.
Diketahui, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2021, porsi BLT DBHCHT paling banyak 40 persen, prosentase terbesar dialokasikan untuk sektor kesehatan sekitar 50 persen. Selanjutnya paling sedikit sekitar 10 persen untuk mendukung upaya penegakan peraturan perundang-undangan di bidang cukai tembakau. (luk/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana