RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masyarakat Bojonegoro mungkin tak asing lagi mendengar kata Geopark. Santer dibahas di media sosial (medsos) hingga media mainstream Bojonegoro.
Terbaru, Geopark Nasional Bojonegoro ini masuk dua besar sebagai Aspiring Unesco Global Geopark (UGGp) 2025. Tapi, apa sebenarnya geopark itu? Begini penjelasannya.
Dilansir dari medsos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Bojonegoro digadang sebagai hidden gem kabupaten untuk wisata dunia. Geopark dijelaskan sebagai sebuah kawasan yang menggabungkan antara kekayaan geologi, biologi, dan budaya.
- Warisan Situs Geologi: Area yang punya nilai ilmiah geologis penting dan bentang alam unik, seperti Negeri Atas Angin.
- Warisan Situs Biologi: Kawasan dengan keanekaragaman hayati yang unik dan terakit dengan kondisi geologi setempat. Misalnya Penangkaran Rusa Malo.
- Warisan Situs Budaya: Warisan budaya yang berkaitan erat dengan lingkungan geologi, seperti Kampung Samin dan Kampung Thengul.
Geopark disebut bermanfaat untuk melestarikan alam dan budaya, peluang terbukanya ekonomi daerah, serta potensi desa wisata dan edukasi.
Sementara itu, berdasar JDIH Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, geopark dimaknai sebagai taman bumi. Sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite) dan bentang alam yang bernilai.
Kemudian, terkait aspek warisan geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity), serta dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Melibatkan peran aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah (pemda), sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya. (yna/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana