Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sekolah Rakyat di Bojonegoro Khusus SMA dan Fokus 100 Siswa

Muhammad Suaeb • Rabu, 11 Juni 2025 | 04:51 WIB
MENUNGGU PUSAT: Gedung Pusdiklat Tirto Adhi Soerjo berdiri megah di tengah sawah. Gedung yang dibangun dari APBD 2017-2018 itu diproyeksikan untuk sekolah rakyat. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEG
MENUNGGU PUSAT: Gedung Pusdiklat Tirto Adhi Soerjo berdiri megah di tengah sawah. Gedung yang dibangun dari APBD 2017-2018 itu diproyeksikan untuk sekolah rakyat. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEG

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas sosial (dinsos) menyebut sekolah rakyat (SR) dimulai tahun ajaran baru tahun ini.

Menyasar 100 siswa dari keluarga miskin yang tercatat dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).

Rencananya dibagi empat rombongan belajar (rombel) untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA).

"Baru menyiapkan untuk mencari 100 murid. Bojonegoro menjadi salah satu kabupaten tahap pertama ini dari 100 SR se-Indonesia," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinsos Bojonegoro Mokhamad Anwar Mukhtadlo, Senin (9/6).

Dia melanjutkan, memilih jenjang SMA sesuai arahan pimpinan di antara pilihan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan SMA.

Untuk tahap awal menyiapkan empat rombel dengan masing-masing rombel diisi 25 siswa. "Saat ini proses validasi dan verifikasi lapangan," bebernya.

Pria yang juga menjabat Kepala Disdik Bojonegoro itu menegaskan, sesuai arahan kementerian sosial (kemensos) para siswa diambil dari masyarakat miskin tercatat di desil 1 dan 2 DTSEN. Menyasar usia 14-19 tahun.

"DTSEN kami baru diberi desil 2 yang udia 14-19 tahun," jawabnya saat ditanya apakah DTSEN rampung digarap.

Sementara itu, proses validasi dan verifikasi ditarget rampung Jumat (13/6). Verifikasi dilakukan pada 110 calon peserta sesuai perhitungan 100 siswa ditambah sepuluh persen. Hingga nantinya diambil 100 siswa.

"Kemudian, dicek lapangan. Apabila dijumpai
di luar DTSEN, ada yang tidak layak siswanya dari keadaan kondisi orang tuanya tidak layak nanti bisa masuk diverifikasi oleh BPS (badan pusat statistik)," imbuh pria mantan kepala bappeda itu.

Dia menambahkan, untuk tempat sesuai hasil kunjungan kementerian melihat lokasi diusulkan, yakni Pusdiklat Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Sehingga, pada tahun pertama ini masih meminjam gedung pemerintah daerah (pemda).

Sedangkan, tahun kedua rencana dibangun sendiri di lahan kosong sekitar pusdiklat. Sifatnya hibah untuk negara dan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat. "Dihibahkan ke pusat dan nanti yang bangun (pemerintah) pusat," pungkas dia. (yna/msu)

Editor : Muhammad Suaeb
#kemiskinan #Miskin #kabupaten bojonegoro #dinas sosial #dinsos bojonegoro #Siswa #bojonegoro #bantuan sosial #Rombel #Sekolah #Damisda #Sekolah Rakyat #dinsos