RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Investasi triwulan pertama 2025 baru mencapai angka Rp 692,7 miliar dari target Rp 9,1 triliun. Nilai ini turun dibanding tahun lalu, Rp 1,1 triliun pada triwulan pertama 2024. Pemerintah dipacu menggalakkan promosi tarik investor dalam dan luar negeri.
‘’Kesiapan masyarakat juga sangat diperlukan untuk adanya investasi,” ujar Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Erni Wahyuni.
Berdasar data DPMPTSP, pada triwulan pertama tahun ini nilai investasi masuk baru sebesar Rp 692,7 miliar dari target Rp 9,1 triliun. Turun dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 1,1 triliun dari target dipasang Rp 7,6 triliun.
Berasal dari 23 bidang usaha. Di antaranya hotel dan resto, konstruksi, perdagangan dan reparasi, industri kimia dan farmasi, kehutanan, hingga industri barang dari kulit dan alas kaki.
Nilai investasi masuk terbesar pada triwulan pertama berasal dari perdagangan dan reparasi sebesar Rp 179 miliar; konstruksi Rp 155,1 miliar; jasa lainnya Rp 133,6 miliar; industri makanan Rp 57,8 miliar; dan hotel dan restoran Rp 40,6 miliar. Kemudian, nilai investasi terendah bersumber dari bidang usaha industri barang dari kulit dan alas kaki Rp 45 juta dan kehutanan Rp 43 juta.
Erni melanjutkan, untuk target investasi saat ini masih mengandalkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Target jumlah naik menjadi 16.200 investor dari sebelumnya 16.161 investor. Menurutnya, untuk menarik para investor juga diperlukan kesiapan masyarakat. Dari skill hingga peluang usaha sekitar perusahaan atau perusahaan besar. ‘’Perusahaan besar masih sedikit saat ini jadi lebih ke UMKM untuk targetnya,” pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana