RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro masih didominasi warga di tepi hutan, salah satunya Kecamatan Ngambon. Data tebaru, sekitar 384 warganya berstatus miskin ekstrem.
Butuh kebijakan strategis untuk menekan kemiskinan di Kabupaten yang memiliki APBD sekitar Rp 7,9 triliun ini. Sebab, di sektor pendapatan, pemkab tak perlu kerja keras, karan pendapatan APBD didominasi dana transfer dari pusat. Sehingga, hanya fokus belanja agar serapan maksimal, dan tidak menjadi langganan serapan anggaran yang tak maksimal.
‘’Masih ada (penduduk miskin ekstrem),” kata Camat Ngambon M. Ridwan Sayyadi.
Menurut dia, berdasar data kemiskinan ekstrem melalui data penerima bantuan sosial (bansos) ekstrem Kecamatan Ngambon, tercatat setidaknya 384 penduduk masih dalam kategori miskin ekstrem. Tersebar di seluruh desa se-kecamatan.
Rinciannya Desa Ngambon sejumlah 39 penduduk dan Desa Bondol sebanyak 157 penduduk. Kemudian, Desa Sengon sejumlah 56 penduduk; Desa Nglampin sebanyak 76 penduduk; dan Desa Karangmangu sejumlah 56 penduduk.
Ridwan melanjutkan, kemiskinan ekstrem didasarkan pada data mandiri masyarakat kemiskinan daerah (damisda). Ada verifikasi dan validasi setiap periode.
Juga, terdapat operator di setiap tingkatan. Misal desa hingga kabupaten. Sehingga, kata dia, memungkinkan adanya perubahan data kerena beberapa faktor. Meliputi masyarakat miskin ekstrem sudah mampu atau tidak masuk dalam kriteria, meninggal dunia, dan pindah tempat atau usulan baru alias miskin baru.
Menyikapi hal ini, menurut dia, perlu penyesuaian kembali tentang ukuran atau kriteria yang tepat terkait maksud kemiskinan ekstrem. ‘’Sehingga bisa dibuat acuan untuk verifikasi dan validasi lagi,” tuturnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana