BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 15 badan usaha milik desa (BUM Desa) dikucuri dana stimulan senilai total Rp 1,5 miliar. Khusus untuk bidang usaha pertanian. Alasannya, untuk mendukung program pemerintah pusat, ketahanan pangan.
‘’Dianggarkan di APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) 2025,’’ kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Lasuri kemarin (3/2).
Dia melanjutkan, anggaran itu bersifat stimulus. Diterimakan untuk 15 BUM Desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Meliputi Desa Trojalu, Selorejo, dan Tulungagung di Kecamatan Baureno; Desa Kalirejo, Kecamatan Kota; Desa Mojoranu Kecamatan Dander; Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas; dan Desa Betet, Kecamatan Kepohbaru.
Kemudian, Desa Wadang, Kecamatan Ngasem; Desa/Kecamatan Ngraho; Desa Ngradin, Kecamatan Padangan; dan Desa Genjor, Jatitengah, Panemon, Balongrejo, Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras.
Lasuri menyampaikan, total anggaran mencapai Rp 1,5 miliar dengan rincian masing-masing BUM Desa menerima Rp 100 juta.
Baca Juga: Belum ada Desa Cairkan DD Tahap Satu di Bojonegoro, Kades Sebut Pencairan Tunggu Instruksi Kecamatan
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bojonegoro itu mengatakan, penerimaan stimulan hanya dilakukan sekali dalam setahun. Sedangkan, lainnya akan bergilir. Namun, tahun ini khusus bidang usaha pertanian.
‘’Nanti akan bergiliran untuk BUM Desa lainnya. Saat ini dikhususkan yang bergerak dalam bidang usaha pertanian,’’ imbuhnya. Karena, jelas dia, bertujuan mendukung program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro Machmuddin membenarkan adanya dana stimulan untuk BUM Desa khususnya bidang usaha pertanian. ‘’Diberi Rp 100 juta per BUM Desa,’’ terangnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana