BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sejumlah 62 dari total 419 desa belum mencairkan alokasi dana desa (ADD) tahap tiga hingga kemarin (16/12). Alasannya masih proses verifikasi dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) dan badan pengelolaan aset dan keuangan daerah (BPKAD).
Bahkan, satu di antaranya yakni Desa Drokilo, Kecamata Kedungadem belum mengajukan proposal ke DPMD lantaran belum lunas pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2). ‘’Proses verifikasi di kami hingga sore (kemarin, red) ini ada lima desa,” kata Kepala DPMD Bojonegoro Machmuddin kemarin.
Dia melanjutkan, lima desa meliputi Desa Sukorejo, Pacul, dan Kauman turut Kecamatan Bojonegoro; Desa/Kecamatan Baureno; dan Desa Tikusan, Kecamatan Kapas. Sementara itu, satu desa, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk proses pengiriman verifikasi ke BPKAD. Sedangkan, masih tersisa satu desa belum mengajukan, yakni Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem.
‘’Kurang satu desa belum mengajukan proposal ke kami,” imbuh dia.
Baca Juga: DPMD Bojonegoro: Pengajuan Pencairan ADD di DPMD Terakhir 15 Desember, di BPKAD 20 Desember
Kepala BPKAD Bojonegoro Luluk Alifah menjelaskan, dari 419 desa sebanyak 355 desa telah mencairkan ADD tahap tiga. Sedangkan, sejumlah 57 desa proses verifikasi di BPKAD. Artinya total sejumlah 62 desa belum mencarikan ADD tahap tiga. Padahal, batas waktu pengajuan pencairan di BPKAD hari ini (17/12).
‘’Batas waktu pengajuan sampai 17 Desember,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Drokilo, Kecamatan Kedunagdem Arif Dwi Cahyono membenarkan pihaknya belum mengajukan proposal pencairan ADD tahap tiga. Alasannya belum melunasi PBB P2.
Namun, saat disinggung lebih jauh rencana pengajuan dan upaya percepatan pihaknya belum bisa memastikan karena sedang kegiatan. ‘’Belum mengajukan terkendala PBB P2,” katanya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana