BLORA, Radar Bojonegoro – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten (Bawaslukab) Blora mulai meneliti berkas laporan dari tim hukum pasangan calon (Paslon) Arief Rohman - Sri Setyorini (Asri), atas perusakan alat peraga kampenye (APK) di Desa Balongrejo, Kecamatan Banjarejo.
Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslukab Blora Muhammad Mustain mengatakan, sudah menerima adanya laporan dari tim hukum dan advokasi paslon Asri. Dilengkapi bukti foto, video dan pelapor. Untuk tindakan selanjutnya akan dilakukan penelitian terlebih dulu.
‘’Untuk keterpenuhan dokumen yang diserahkan akan kami lakukan penelitian terlebih dulu. Untuk menentukan apakah laporan sudah terpenuhi atau tidak. Kalau terkait perusakan APK itu termasuk pelanggaran dan bisa masuk dalam pelanggaran pidana,’’ ujarnya
Calon Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pihaknya telah melaporkan aduannya terkait perusakan baliho milik pihaknya. ‘’Sudah kami laporkan hari ini (red, kemarin) ke Bawaslu,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Jumat (11/10).
Tim Hukum dan Advokasi Paslon Asri Zainudin menambahkan, telah melaporkan adanya pelanggaran perusakan APK paslon Asri. ‘’Dalam hal ini kami tidak mengetahui siapa yang melakukan perusakan tersebut. Untuk menjaga kondusifitas dan perusakan di tempat lain kami mengadukan dan melaporkan kejadian ini ke Bawaslu Blora untuk segera ditindaklanjuti,’’ ucapnya.
Dia menjelaskan, laporan yang disampaikan kepada Bawaslu Blora itu ada sebanyak tujuh APK yang dilakukan perusakan. Terletak di Desa Balongrejo dan terbagi di beberapa RW.
‘’Kami menyampaikan bukti dokumen foto, video dan bukti APK yang rusak dan bahkan tinggal kerangkanya saja. Pelaporan ke Bawaslu ini sifatnya hanya pengaduan dan pelaporan, kami tidak membawa orang yang merusak atau terlapor,’’ jelasnya.
Ia mengatakan, dengan adanya pengaduan dan pelaporan yang sudah disampaikan itu bisa segera menindaklanjuti dan segera melakukan langkah-langkah pencegahan perusakan terulang kembali.
Ditambah Bawaslu juga mempunyai tangan kanan pengawas di tingkat kecamatan dan desa. ‘’Untuk relawan kemarin sudah dihimbau untuk tetap tenang, adem, dan tidak tersulut emosi. Kami akan berusaha menyelesaikan dengan jalur yang ada," tuturnya. (hul/msu)
Editor : Hakam Alghivari