Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

312 Madin di Bojonegoro Tak Lolos Verifikasi Bosda, Jumlahnya Berpotensi Tambah

M. Irvan Romadhon • Jumat, 20 Maret 2026 | 09:15 WIB

 

VERIFIKASI: Sebanyak 312  madin dipastikan tidak lolos verifikasi dan validasi penerima BPPDGS atau BOSDa madin 2026.
VERIFIKASI: Sebanyak 312  madin dipastikan tidak lolos verifikasi dan validasi penerima BPPDGS atau BOSDa madin 2026.
  

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 312 madrasah diniyah (madin) dipastikan tidak lolos verifikasi dan validasi penerima Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) atau BOSDa madin 2026.

Sebanyak 242 madin ula dan 70 madin wustha tersebut tidak bisa melakukan berita acara pendataan (BAP) Education Management Information System (EMIS) akibat sistem eror.

Sehingga, data jumlah santri dan guru yang dimasukkan ke sistem tak terbaca atau muncul. Namun, jumlah madin tak lolos tersebut masih bisa bertambah.

Terlebih saat ini sedang berlangsung verifikasi dan validasi data sesuai nama guru dan santri madin. Ketika ditemukan ketidaksesuaian data bisa tak lolos.

Ketua FDKT Trucuk Syafii mengatakan, di Kecamatan Trucuk tahun lalu ada 21 madin menerima BOSDa.

Namun, tahun ini hanya 9 yang lolos dalam verifikasi dan validasi BAP EMIS. Sementara 12 madin lainnya dinyatakan tidak lolos verifikasi.

‘’Bahkan, informasi dari FDKT, di seluruh Bojonegoro lebih dari 200 madin tak lolos verifikasi dan validasi tersebut,” ungkapnya.

Syafii menjelaskan madin dinyatakan tak lolos karena tidak bisa melakukan BAP EMIS akibat sistem EMIS eror.

Sehingga, madin tidak bisa melakukan pengisian data jumlah santri dan guru. Tentu kondisi tersebut merugikan madin.

Terlebih semua madin aktif dan memiliki santri. Sementara masalah yang terjadi pada sistem, bukan kesalahan madin.

‘’Yang tidak lolos di data diblok merah karena tidak bisa BAP EMIS, sementara madin lolos tak diblok merah,” jelasnya.

Sedangkan, untuk madin tak lolos dan diblok merah di hasil verifikasi BAP EMIS hingga kini belum ada informasi dari dinas pendidikan.

Tentu terkait solusi maupun tindak lanjut bagi madin tak lolos itu. Sementara untuk madin yang lolos diminta menyetor data by name santri dan guru.

Pihaknya meminta ada pendampingan atau fasilitasi pengisian emis. Sehingga madin mengetahui cara mengisi emis dengan benar dan bisa lolos verifikasi.Terlebih BOSDa madin penting penyelenggaraan pendidikan diniyah bagi santri.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Sun’an mengatakan madin yang diblok merah usai verifikasi BAP EMIS dipastikan gagal dalam pengajuan penerima BOSDa tahun ini.

‘’Intinya semua final,” ungkapnya. Sementara, pada verifikasi data by name yang sedang berlangsung jumlah madin yang tak lolos bisa bertambah.

Terlebih diverifikasi tersebut nama dan usia santri dilakukan pemeriksaan. Sun’an mengaku hanya melakukan verifikasi secara petunjuk teknis.

Terkait keputusan madin bakal menerima BOSDa 2026 menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

‘’Kami berharap dari sekitar 1.200 lembaga madin yang melakukan pengajuan BOSDa tahun ini bisa mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya.

Pada tahun ini terdapat total 1.101 madin mengajukan BPPDGS atau BOSDa madin. Terdiri dari 850 madin ula dan 251 madin wustha.

Dari jumlah tersebut 312 madin tak lolos verifikasi BAP EMIS. Sehingga tersisa 789 madin, terdiri dari 608 madin ula dan 181 madin wustha menjalani verifikasi data by name. (irv/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Guru #bosda #verifikasi #madrasah diniyah #Ula #emis #Eror #Wustho #Santri #madin #bojonegoro #tidak lolos