Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Kenangan Manis di Balik Es Wawan Gerobak Keliling, Lawas dan Membekas

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 2 Oktober 2025 | 01:18 WIB

ES WAWAN: Jajanan lawas yang melegenda, Es Wawan.
ES WAWAN: Jajanan lawas yang melegenda, Es Wawan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Es wawan merupakan salah satu jajanan legendaris yang selalu menghadirkan nostalgia masa kecil.

Siapa yang tak kenal dengan es berbentuk silinder panjang dengan warna-warni yang cerah ini? Es yang dikemas dalam plastik kecil dan dimakan dengan cara digigit atau dihisap ini menjadi primadona di setiap sudut jalan pada zamannya.

Es wawan memiliki bentuk khas berupa silinder panjang dengan diameter sekitar 2-3 sentimeter dan panjang 10-15 sentimeter.

Bentuknya mirip dengan lilin, sehingga sering disebut juga sebagai es lilin. Setiap batang es dikemas dalam plastik transparan kecil yang direkatkan ujungnya.

Baca Juga: Bangunan Lawas Pasar Induk Cepu Dibongkar, Mau Dibangun Apa?

Variasi warnanya yang sangat menarik. Ada warna pink, putih, kuning, hijau, cokelat, orange, dan masih banyak lagi.

Setiap warna biasanya memiliki rasa yang berbeda-beda, seperti stroberi untuk warna pink, vanila untuk putih, jeruk untuk orange, dan melon untuk hijau.

Cara Membuat Es Wawan

Proses pembuatan es wawan dimulai dengan menyiapkan adonan dasar dari air, gula, dan pewarna makanan sesuai rasa yang diinginkan. Adonan kemudian dimasak hingga gula larut sempurna dan dibiarkan dingin.

Setelah adonan dingin, cairan dituang ke dalam cetakan plastik berbentuk silinder panjang. Cetakan kemudian direkatkan ujungnya dan es wawan siap dibekukan dalam freezer selama beberapa jam hingga padat sempurna.

Pedagang biasanya membuat es wawan dalam jumlah besar dengan berbagai rasa sekaligus. Mereka menyimpan es wawan dalam kotak es atau freezer portable untuk menjaga kualitas dan kesegarannya saat berkeliling.

Masa Keemasan di Era 90an

Pada 90an, es wawan mengalami masa keemasannya. Pedagang keliling dengan gerobak atau sepeda gayuh yang dilengkapi boks es menjadi pemandangan familiar di setiap kompleks perumahan, sekolah, dan taman bermain. Harga yang sangat terjangkau membuat es wawan bisa dinikmati siapa saja.

Baca Juga: Tren Buku Tahunan Unik Sekolah di Bojonegoro: Abadikan Kenangan Unik di Sekolah

Di era tersebut, satu batang es wawan hanya dihargai sekitar 25-50 rupiah. Dengan uang receh sebesar itu, sudah bisa mendapatkan es segar dengan rasa yang manis dan menyegarkan.

Bahkan anak-anak sering membeli beberapa batang sekaligus untuk dinikmati bersama teman-teman.

Pedagang es wawan biasanya membawa lonceng kecil yang berbunyi khas. Suara ini menjadi magnet tersendiri bagi anak-anak yang langsung berlari keluar rumah sambil membawa uang jajan.

Cara Menikmati Es Wawan

Es waawan bisa dinikmati dengan beberapa cara. Cara yang paling umum adalah dengan menggigit ujung plastiknya lalu menghisap es yang sudah mulai mencair. Ada juga yang memilih untuk menunggu es sedikit mencair lalu meminumnya seperti sirup.

Cara lainnya adalah dengan memotong menjadi 2 bagian dan menikmati es wawan dengan bentuk yang lebih kecil. Tekstur es waawan yang padat namun mudah leleh di mulut memberikan sensasi segar yang khas.

Bertahan di Tengah Persaingan Modern

Meski kini bermunculan berbagai jajanan modern dan minuman kekinian, es wawan masih tetap bertahan dan memiliki tempatnya sendiri di hati masyarakat.

Beberapa pedagang kini sudah beradaptasi dengan membuka lapak tetap di pasar tradisional atau warung kelontong.

Harga es waawan saat ini berkisar antara 1.000 hingga 2.000 rupiah per batang, tergantung ukuran dan kualitas bahan yang digunakan.

Baca Juga: Astuti Ananta Toer, Putri Keempat dari Delapan Anak Pram: Banyak Kenangan di Blora, Cicipi Tahu Telur Kesukaan Sang Ayah

Meski mengalami kenaikan harga, es wawan tetap tergolong jajanan yang ramah di kantong dibanding minuman kemasan lainnya.

Cita rasa yang autentik dan nostalgia masa kecil membuat es wawan tetap diminati. Bagi generasi yang pernah merasakan masa kecil di era 80-90an, menikmati es wawan sama dengan mengenang kenangan indah masa lalu.

Warisan Kuliner yang Perlu Dilestarikan

Es wawan bukan sekadar jajanan biasa, melainkan bagian dari warisan kuliner rakyat Indonesia yang perlu dilestarikan.

Kesederhanaan dalam pembuatan dan bahan yang mudah didapat membuat es wawan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencoba berbisnis kuliner.

Di tengah gempuran jajanan import dan modern, keberadaan es wawan mengingatkan bahwa terkadang kebahagiaan sederhana justru lebih berkesan dan bermakna.

Baca Juga: Pertandingan Terakhir di Surajaya, Persela Ingin Beri Kenangan Manis dengan Kemenangan

Es warna-warni ini akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari memori kolektif masyarakat Indonesia. (jes)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#kenangan manis #warna-warni #Es Wawan #jadul #nostalgia #lawas #90an