BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Banjir di Bojonegoro tak hanya mengancam warga di daerah aliran sungai Bengawan Solo. Namun, anak sungai juga mengancam banjir. Termasuk Kali Kening.
Sejak Minggu (16/12) malam, merendam sedikitnya 35 rumah di Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk. Bahkan, derasnya luapan air membuat warga was-was.
‘’Kalau luapan dari Kali Kening ini lebih bahaya dibanding Bengawan Solo, karena airnya lebih deras,” terang Kepala Desa (Kades) Sumberejo, Kecamatan Trucuk Soehirman.
Menurutnya, luapan sungai terjadi pada Minggu itu, mulai surut kemarin meski masih merendam sebagian rumah.
Banjir juga merendam sekitar 8 hektare kawasan pertanian di desanya. Bencana tersebut diduga karena faktor gundulnya hutan dari sumber Kali Kening tersebut.
‘’Bisa dibilang hutannya sudah gundul, jadi airnya semakin deras kalau pas hujan begini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Laela Noer Aeny membenarkan banjir yang terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk, merupakan banjir luapan. ‘’Dari luapan Keli Kening, terdapat 35 rumah yang tergenang di 4 RT,” terangnya.
Selain itu, BPBD juga mencatat bahwa air juga menggenangi jalan lingkungan, pekarangan, dan lahan pertanian di desa setempat. ‘’Lahan pertanian tergenang, yakni tanaman jagung, padi, milik warga di RT 6, 9, dan 10,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga kemarin pukul 12.00 belum ada laporan banjir dari wilayah Bengawan Solo, yang masuk permukiman warga di 10 Kecamatan. ‘’Untuk wilayah di bantaran Bengawan Solo, yang tergenang di jalan lingkungan Pasar Sor Greng, Kelurahan Ledok Wetan,” terangnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana