TK Islam Baitunnur Kebakaran, Api Pertama Kali Diketahui Siswa

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 07:30 WIB
PORAK-PORANDA: Kondisi ruang kelas TK Islam Baitunnur Blora usai mengalami kebakaran. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
PORAK-PORANDA: Kondisi ruang kelas TK Islam Baitunnur Blora usai mengalami kebakaran. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – TK Islam Baitunnur Blora mengalami kebakaran, kemarin (29/9) sekitar pukul 07.00 WIB. Pantauan di lapangan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB. 

Namun, dua ruangan tampak porak-poranda. Kaca jendela di sisi barat pecah. Rak buku hangus terbakar. Buku-buku dan sejumlah perlengkapan pembelajaran juga ikut menjadi arang.

Sisa air pemadaman bercampur dengan abu memenuhi lantai ruangan. Tiga pekerja terlihat sibuk membersihkan puing-puing dan bekas kebakaran. Sementara itu, tidak terlihat aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolah.

Ruang kelas yang hangus membuat pembelajaran sementara dialihkan ke Masjid Baitunnur dan SD Baitunnur. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting kipas angin.

Baca Juga: Tewaskan Lima Orang: Tiga Terdakwa Dituntut Ringan dalam Kasus Kebakaran Sumur Minyak di Desa Gandu Kabupaten Blora, Keluarga Menerima Jadi Pertimbangan

Salah satu guru TK Islam Baitunnur Blora, Yuni Setyoningrum menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui setelah ada anak yang melihat asap dan melaporkannya. Saat itu, dirinya baru sekitar dua menit berada di dalam ruangan dan belum melihat adanya api.

Menurutnya, api kemudian membesar setelah kipas angin terbakar dan jatuh. Dirinya langsung mencabut aliran listrik yang terhubung di ruangan tersebut.

‘’Padahal saya baru dua menit di ruangan tersebut, belum ada apa-apa. Kemudian kipas angin terbakar hebat dan jatuh,’’ ujarnya.

Upaya pemadaman awal juga dilakukan dengan peralatan seadanya. Namun, api sudah membesar dan merambat ke tumpukan kertas di dalam ruangan. ‘’Saya pinjam APAR dari Hotel Al Madina. Tapi tidak memadai karena api sudah terlalu besar,’’ jelasnya.

Pemadam kebakaran kemudian dihubungi. Sekitar sepuluh menit berselang, petugas tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Yuni memastikan, seluruh siswa dalam kondisi selamat. Sebab, saat kejadian para siswa dievakuasi  ke Masjid Baitunnur, sehingga tidak berada di ruang kelas yang terbakar.

‘’Alhamdulillah anak-anak selamat. Semuanya dievakuasi ke masjid. Tapi berkas-berkas tidak selamat,’’ ungkapnya.

Ruangan yang terbakar merupakan kelas sentra tradisional dan balok. Di dalamnya terdapat berbagai kerajinan dan mainan berbahan kayu, selain sejumlah berkas sekolah.

Sementara itu, proses belajar mengajar untuk sementara dihentikan. Pembelajaran mulai Rabu (30/9) dan hari-hari berikutnya akan dialihkan ke Masjid Baitunnur dan SD Baitunnur.

Baca Juga: Bupati Blora Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Darurat Ngawen

Tim TRC BPBD Blora Agung Triyono mengatakan, proses penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur. Petugas damkar Satpol PP, BPBD, kepolisian, TNI, hingga PLN turun ke lokasi.

‘’Tadi berkat kesiapsiagaan Tim Damkar Satpol PP, BPBD, kepolisian, TNI dan PLN, api bisa dikendalikan,’’ tuturnya. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
TK Islam Baitunnur Kebakaran Terbakar blora