Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Protes Kreatif: Mengapa Aksi Tanam Pohon Sering Dipilih untuk Menyindir Jalan Rusak?

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:42 WIB
SEMPAT VIRAL: Aksi tanam pohon pisang di tengah Jalan Provinsi Randublatung-Cepu memantik perhatian dari banyak pihak. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)
SEMPAT VIRAL: Aksi tanam pohon pisang di tengah Jalan Provinsi Randublatung-Cepu memantik perhatian dari banyak pihak. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Aksi menanam pohon pisang, menabur benih lele, atau bahkan memancing di tengah jalan yang berlubang telah menjadi pemandangan ikonik di berbagai daerah di Indonesia.

Fenomena ini bukan sekadar luapan emosi spontan, melainkan sebuah bentuk komunikasi politik dan kritik sosial yang sangat terukur dari masyarakat akar rumput.

Mengapa pohon (khususnya pohon pisang) selalu menjadi pilihan utama untuk memprotes jalan rusak?

Berikut adalah analisis mendalam serta panduan taktis agar aksi protes tersebut bisa berjalan efektif dan mendapat perhatian pemerintah.

Alasan di Balik Viralnya Aksi Tanam Pohon di Jalan Rusak

Menanam pohon di tengah fasilitas publik yang rusak memiliki kekuatan simbolis dan praktis yang jauh lebih besar daripada sekadar mengirim surat aduan formal. Berikut adalah alasannya:

Baca Juga: Keluhkan Respon Pemprov Lambat, Warga Blora Kembali Tanam Pisang di Tengah Jalan

1. Satir Visual yang Sangat Kuat

Secara estetika, jalan raya adalah simbol modernisasi dan pembangunan fisik. Ketika masyarakat menanam pohon di tengah jalan, mereka sedang menciptakan kontras yang ekstrem, mengubah fungsi jalan raya kembali menjadi "kebun" atau "hutan". Satir visual ini secara langsung menertawakan kegagalan pemerintah dalam merawat infrastruktur.

2. Efek Keamanan Skenario Terburuk (Sebagai Penanda)

Selain sebagai bentuk protes, pohon yang ditanam di jalan berlubang berfungsi sebagai alat keselamatan darurat (safety sign). Lubang jalan yang dalam sering kali tergenang air hujan dan tidak terlihat oleh pengendara motor, terutama di malam hari. Pohon pisang setinggi dua meter menjadi penanda visual yang sangat jelas agar pengendara memperlambat lajunya dan menghindari kecelakaan.

3. Batang Pisang: Mudah Didapat dan Mudah Roboh

Pohon pisang adalah tanaman yang paling sering dipilih karena struktur fisiknya. Tanaman ini tidak memiliki kayu keras yang ber berisiko fatal jika tidak sengaja tertabrak kendaraan. Batangnya lunak, mudah ditebang, mudah dibawa, dan akarnya dangkal, sehingga mudah "ditanam" di atas gundukan tanah atau lumpur jalanan yang rusak tanpa perlu menggali aspal lebih dalam.

4. Magnet Perhatian Media dan Netizen

Surat keluhan masyarakat sering kali menumpuk di meja birokrasi tanpa kejelasan. Namun, foto atau video berisi pohon pisang yang berdiri tegak di tengah jalan raya sangat mudah menjadi viral di TikTok, Instagram, atau X (Twitter).

Baca Juga: Aksi Tanam Pisang Jalan Randublatung-Cepu Berbuah Hasil: Masuk Program Prioritas Pemprov Jateng, Warga Siap Kawal Perbaikan Jalan

Sifatnya yang shareable (mudah dibagikan) memaksa pejabat publik atau dinas terkait segera turun ke lapangan demi menjaga citra politik mereka. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#satir #Jalan Rusak #protes #tanam pohon #pisang