RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nasib nahas menimpa Jasmin, 46, petani asal Desa Bangsri, Kecamatan Jepon. Ia ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dukuh Nglorog, Selasa (21/4) petang. Korban diduga tewas setelah tersengat jebakan tikus beraliran listrik yang dipasangnya sendiri.
Peristiwa itu pertama kali diketahui dua saksi, Widodo Lestari dan Sakijan, sekitar pukul 18.00 WIB. Keduanya curiga karena korban tak kunjung pulang, sementara sepeda motor miliknya masih terparkir di tepi sawah.
Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam posisi terlentang di pematang. Tubuhnya menindih kawat jebakan tikus yang dialiri listrik. Kapolsek Jepon Moh. Junaidi menjelaskan, korban sudah dalam kondisi tidak bernapas saat dicek.
‘’Korban ditemukan terlentang menindih kawat setrum. Jebakan tikus itu dipasang sendiri mengelilingi sawah, dengan jarak sekitar 50 sentimeter dari pematang dan tinggi 15 sentimeter,” terangnya.
Mendapat laporan, petugas Polsek Jepon bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tim medis dari RS PKU Muhammadiyah Blora langsung menuju lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Lama Menderita Sakit, Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Kawasan Kedungjenar
Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, terdapat luka lecet di jari telunjuk tangan kanan korban, yang diduga akibat sengatan listrik. Selain itu, kondisi tubuh korban sudah kaku saat ditemukan.
‘’Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik,” imbuh Junaidi.
Polisi turut mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban, yakni kaos lengan panjang warna abu-abu dan celana pendek hitam. Setelah proses identifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga melalui Kepala Desa Bangsri untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan warga agar tidak menggunakan jebakan tikus dengan aliran listrik. Cara tersebut dinilai berbahaya dan berpotensi memakan korban jiwa.
‘’Sudah banyak kejadian serupa. Kami mengimbau masyarakat menghentikan penggunaan setrum untuk hama tikus,” tegasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana